BMKG Minta Warga Waspadai Bibit Siklon 95W dan Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi, Kematologi, dan Geofisika memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W di pesisir timur Pulau Hainan pada Kamis (20/8/2026). Fenomena atmosfer ini menginduksi daerah konvergensi yang memicu potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
Sistem tersebut mencatatkan tekanan pusat sebesar 999 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum 25 knot yang bergerak menuju arah barat laut. BMKG menetapkan status peringatan dini kategori kuning untuk potensi hujan sedang hingga lebat di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Pegunungan.
Pemandu informasi cuaca BMKG Nazmi Nariyah menyampaikan arahan resminya mengenai potensi cuaca ekstrem yang teridentifikasi di sejumlah daerah.
"Perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang berada di beberapa wilayah yang berwarna kuning," ujar Nazmi Nariyah, Prakirawan BMKG.
Nazmi Nariyah menambahkan bahwa peluang sistem ini menguat menjadi siklon tropis utuh dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam mendatang masih tergolong kecil. Kendati demikian, pembentukan daerah konvergensi tetap terjadi di perairan timur Hainan, Laut China Selatan, pesisir timur laut Vietnam, Laut Andaman, perairan barat Sumatera Barat, hingga kawasan Pasifik utara Papua.
"Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Bengkulu, Serang, Bandung, dan Tanjung Selor," ujar Nazmi Nariyah, Prakirawan BMKG.
Di sisi lain, aktivitas sistem 95W yang terpantau sejak 17 Agustus lalu juga berdampak pada peningkatan gelombang laut di wilayah perbatasan Indonesia bagian utara.
"Saat ini, Bibit Siklon Tropis 95W berada di Laut China Selatan. Berdasarkan permodelan kami, dalam 24 jam ke depan bibit ini memiliki peluang yang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis," tulis BMKG dalam laporan resminya.
Pihak BMKG memperingatkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter kategori Moderate Sea yang berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara hingga Kamis (20/8/2026) pagi.
"Meskipun posisinya cukup jauh, terdapat dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia. Waspada peningkatan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori Moderate Sea, khususnya di wilayah Laut Natuna Utara," tulis BMKG.
BMKG meminta seluruh pengguna transportasi laut serta nelayan lokal yang melintasi kawasan perairan utara untuk menunda pelayaran saat cuaca memburuk.
"Masyarakat di wilayah pesisir dan pelaku kegiatan kelautan untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca. Jangan memaksakan berlayar jika kondisi gelombang tidak memungkinkan," imbau BMKG.
Kondisi cuaca di kota-kota besar Indonesia umumnya didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, seperti di Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Jayapura. Hujan ringan diprediksi terjadi di Mamuju, Palu, serta Jayawijaya, sementara wilayah Pekanbaru berpotensi diselimuti asap atau kabut.