BMKG Minta Warga Sumatra Waspadai Potensi Hujan Dan Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang diprediksi mengguyur sebagian besar kawasan pulau Sumatra pada Rabu, 22 Juli 2026. Fenomena ini dipicu oleh pembentukan daerah belokan angin, konvergensi, serta hangatnya suhu permukaan laut di wilayah tersebut.
Hujan berintensitas ringan diperkirakan berpotensi melanda sejumlah kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, sampai Bandar Lampung. Selain itu, kelembapan udara di Kota Medan terhitung mencapai 96 persen dengan rata-rata suhu harian berada pada angka 25,0 derajat Celsius, sementara suhu udara pulau Sumatra secara umum berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius.
Potensi cuaca buruk ini berisiko mendatangkan ancaman bencana susulan bagi warga sekitar.
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo.
Wilayah pesisir juga mendapatkan sorotan khusus terkait sebaran hujan serta dinamika pergerakan angin malam hari.
"Waspada, pada siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan ringan, sedangkan malam hari hujan ringan diprakirakan mengguyur Sibolga, Pandan, Barus, Sorkam, dan Pinangsori," kata Prakirawan BMKG Dewi Anastia Sidauruk.
Pemantauan BMKG pada wilayah perairan menunjukkan gelombang laut di Perairan Barat Sumatra Utara dan Timur Kepulauan Nias berada di rentang tinggi 0,5 hingga 1,25 meter.
"Selain kondisi cuaca, BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Barat Sumatera Utara berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Angin bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan 2 sampai 10 knot dan dapat mencapai 21 knot," kata Dewi Anastia Sidauruk.
Masyarakat umum, pengguna jalan, serta para nelayan diminta memantau informasi cuaca terkini secara berkala untuk menghadapi potensi perubahan kondisi alam yang berlangsung cepat.
"Arah angin diprakirakan bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 2 sampai 5 knot dan dapat mencapai 20 knot," kata Dewi Anastia Sidauruk.