BMKG Minta Warga Jawa Timur Waspadai Cuaca Terik dan Bediding
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk mewaspadai kondisi cuaca cerah terik pada siang hari yang diikuti penurunan suhu tajam atau fenomena bediding pada malam hari akibat dominasi Angin Monsun Australia pada pertengahan Juli 2026. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa aliran angin dari Australia tersebut membawa massa udara dingin yang minim uap air, serta diperkuat oleh sirkulasi subsidensi dari fenomena El Niño aktif. Kondisi atmosfer yang sangat stabil dan kering ini menekan pertumbuhan awan konvektif secara ekstrem, sehingga langit menjadi bersih tanpa tutupan awan di wilayah Jawa Timur.
“Pada siang hari, di seluruh wilayah Madiun Raya umumnya cerah terik tanpa pertumbuhan awan konvektif yang signifikan. Pada malam hari, cuaca umumnya cerah berawan, dengan potensi udara kabur atau kabut tipis kembali muncul di wilayah Pacitan menjelang tengah malam,” ungkap Setiyaris, Kamis, 16 Juli 2026.
Ketiadaan awan tersebut membuat radiasi matahari langsung memanaskan bumi pada siang hari, namun memicu pelepasan panas bumi secara instan ke luar angkasa pada malam hari. Di wilayah Madiun Raya, suhu udara diprakirakan berkisar antara 20 hingga 25 derajat Celsius, sementara dataran tinggi Magetan dan Pacitan bisa mencapai 17 hingga 22 derajat Celsius.
Sementara itu di Kota Surabaya, BMKG memprakirakan cuaca didominasi kondisi cerah sepanjang hari dengan suhu udara maksimum mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari, meskipun suhu yang dirasakan di kulit atau feels like dapat menyentuh hingga 35 derajat Celsius. Masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung kepala atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, mengenakan pakaian hangat pada malam hari, serta tidak membakar sampah atau lahan demi mencegah kebakaran.