BMKG Diprediksi Dominasi Udara Kabur di Yogyakarta Pada 21 Agustus 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan didominasi oleh fenomena udara kabur pada Jumat (21/8/2026). Warga dan wisatawan yang beraktivitas di wilayah DIY diimbau untuk memperhatikan kondisi suhu udara yang berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius sepanjang hari.
Berdasarkan data resmi BMKG, fenomena udara kabur diperkirakan merata di beberapa wilayah kabupaten dan kota, sementara beberapa kawasan lain mengalami kondisi cerah hingga berawan. Pertanyaan masyarakat seperti "bagaimana cuaca di Yogyakarta minggu ini" menjadi perhatian mengingat dinamika suhu dan kelembaban udara yang terbilang cukup tinggi.
Rincian Per Kabupaten dan Kota
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca, rentang suhu, serta estimasi kelembaban udara untuk lima wilayah kabupaten dan kota di DIY pada Jumat, 21 Agustus 2026:
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Suhu (°C) | Kelembaban (%) |
|---|---|---|---|
| Kota Yogyakarta | Udara Kabur | 22–31 | 90 |
| Kulon Progo | Udara Kabur | 21–31 | 90 |
| Sleman | Udara Kabur | 21–32 | 90 |
| Bantul | Cerah | 21–32 | 90 |
| Gunungkidul | Berawan | 21–32 | 90 |
Kondisi Atmosfer dan Parameter Cuaca Spesifik
Selain dominasi udara kabur, data meteorologi mencatat sejumlah parameter spesifik untuk wilayah Yogyakarta. Angin diperkirakan bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan rata-rata mencapai 1.5 m/s. Sementara itu, tekanan udara berada pada angka 762 mmHg dengan persentase mendung atau tutupan awan sebesar 24%.
Kelembaban udara yang mencapai angka 90% menjadi salah satu pemicu munculnya fenomena ini, terutama pada pagi hari. Muncul pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai "apa arti udara kabur di cuaca" serta "kenapa udara kabur bisa terjadi di Yogyakarta". Udara kabur umumnya terjadi akibat tingginya partikel kering atau partikel kelembaban yang terperangkap di atmosfer bawah saat kecepatan angin cenderung tenang.
Imbauan BMKG dan Efek Terhadap Aktivitas Warga
Meskipun sebagian besar wilayah dinaungi udara kabur, wilayah Bantul diprediksi menjadi daerah paling cerah, sedangkan Gunungkidul cenderung berawan. BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.
Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan di wilayah pegunungan atau jalan raya pada pagi hari, jarak pandang dapat sedikit berkurang akibat udara kabur. Masyarakat dipersilakan mengakses saluran resmi prakiraan cuaca BMKG untuk mendapatkan pembaruan data berkala selama periode akhir Agustus 2026.