BMKG Deteksi Tsunami di Sembilan Wilayah Indonesia Usai Gempa Filipina

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi bencana tsunami minor yang menerjang sembilan wilayah di Indonesia setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang area selatan Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026.

Gelombang tsunami tersebut terpantau masuk ke beberapa titik di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Sulawesi Tengah dengan rincian waktu dan ketinggian yang bervariasi.

Berdasarkan data resmi BMKG, wilayah Talengan di Sangihe, Sulawesi Utara, mencatat permukaan tsunami tertinggi yang mencapai 75 sentimeter pada pukul 08.20 WIB.

Selain itu, wilayah Paleleh di Sulawesi Tengah juga mendeteksi kedatangan gelombang setinggi 45 sentimeter pada pukul 07.34 WIB, disusul wilayah Melonguane dan Tanjung Sidupa di Sulawesi Utara yang masing-masing mencatat ketinggian tsunami 32 sentimeter.

Titik wilayah lain yang ikut terdampak meliputi Tahuna di Kepulauan Sangihe setinggi 30 sentimeter, Bitung setinggi 29 sentimeter, Ulu Siau setinggi 18 sentimeter, Ternate setinggi 14 sentimeter, serta Loloda di Maluku Utara setinggi 9 sentimeter.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers virtual menjelaskan bahwa instansinya sempat mengeluarkan empat kali peringatan dini terkait aktivitas kegempaan di Filipina tersebut sebelum akhirnya mendeteksi tambahan dua daerah yang terdampak tsunami.

Saat ini, pihak BMKG telah resmi menyatakan bahwa seluruh rangkaian peringatan dini tsunami akibat gempa Filipina tersebut telah berakhir.

"Pengakhiran peringatan dini yang telah kami tetapkan tadi pada pukul 10.15 WIB, peringatan dini ini perlu disampaikan sebagai pengakhiran peringatan dini agar tim SAR dari Basarnas, BPBD, BNPB, TNI, Polri, segenap elemen dapat melakukan penyelamatan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi terdampak," kata Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG.

Melalui pengumuman pengakhiran status siaga ini, BMKG memberikan ruang bagi tim Basarnas, BPBD, BNPB, beserta aparat TNI dan Polri untuk segera melancarkan proses evakuasi dan penyelamatan di daerah-daerah terdampak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author