BMKG Catat 138 Gempa di Jawa Timur Selama 7-13 Agustus 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 138 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 7 hingga 13 Agustus 2026. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menyatakan sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas tektonik di selatan Jawa serta pergerakan sesar lokal. "Dalam periode 7-13 Agustus 2026, tercatat 138 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal," ujar Ricko.
Data BMKG menunjukkan magnitudo terbesar mencapai M4,77 dan terkecil M1,09. Dari total kejadian, 109 gempa termasuk gempa dangkal, 28 gempa menengah, dan satu gempa dalam.
Aktivitas kegempaan terbanyak terjadi pada 8 Agustus 2026 dengan 29 kejadian, sedangkan jumlah gempa paling sedikit tercatat pada 10 Agustus 2026 sebanyak 12 kejadian. Ricko menjelaskan kegempaan di Jawa Timur masih sangat dipengaruhi oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa serta sejumlah sesar aktif lokal.
"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," kata Ricko. Meski jumlah gempa tinggi selama sepekan terakhir, BMKG melaporkan tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat selama periode tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan di Jawa Timur. Selain itu, pada Minggu (9/8/2026), gempa berkekuatan magnitudo 2,6 mengguncang Kabupaten Blitar pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Gempa tersebut terjadi pada pukul 14.09 WIB dengan pusat gempa sekitar 151 kilometer barat daya Kabupaten Blitar, menurut BMKG.
BMKG menyatakan data awal gempa ini masih dapat berubah seiring pembaruan hasil analisis dan belum ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.
Selanjutnya, pada Selasa (10/8/2026) malam, gempa magnitudo 3,5 mengguncang Lumajang pada kedalaman 10 kilometer di darat, tepatnya 10 km barat daya Lumajang. Getaran gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga sekitar, menyebabkan kepanikan sesaat, namun belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan.
Pada Senin (10/8/2026) sore, gempa dangkal dengan magnitudo 3,5 juga terjadi di Kabupaten Blitar dengan episenter di laut pada kedalaman 30 kilometer. BMKG mencatat episenter gempa di koordinat 9,30 LS dan 112,16 BT, sekitar 129 km barat daya Kabupaten Blitar.
Informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan sehingga dampak gempa belum dipastikan.