BMKG Catat Gempa Beruntun Magnitudo Lima Guncang Indonesia

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan rangkaian gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 ke atas mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia pada Rabu (8/7/2026). Aktivitas seismik yang bersumber dari zona subduksi dan sesar aktif tersebut terjadi berturut-turut sejak pagi dini hari hingga siang ini.

Otoritas terkait memastikan beberapa peristiwa tektonik dengan kedalaman dangkal hingga menengah ini tidak memicu gelombang pasang di pesisir pantai. Sejauh ini, tim penanggulangan bencana daerah masih melakukan verifikasi lapangan terkait dampak kerusakan fisik.

Daftar Wilayah Terdampak Gempa
Wilayah Pusat Gempa Estimasi Magnitudo Kategori Kedalaman Potensi Tsunami
Tenggara Kabupaten Bandung M 5,0+ Dangkal Tidak Berpotensi
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara M 5,0+ Dangkal Tidak Berpotensi
Wilayah Perairan Lampung M 5,0+ Menengah Tidak Berpotensi

Sebelum rentetan gempa tersebut, United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa magnitudo 5,4 di kawasan Utara-Barat Laut Tobelo pada Selasa (7/7/2026). Pusat gempa dilaporkan berada di laut dengan kedalaman 36,8 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Selain itu, BMKG juga merilis aktivitas tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 di wilayah Labuha yang terjadi pada Senin (6/7/2026). Guncangan di kawasan tersebut berada pada skala II MMI yang berarti getaran hanya terekam oleh alat atau dirasakan beberapa orang.

"Gempa dirasakan Magnitudo: 3,5 pada Senin, 06 Juli 2026 17:32:55 WIB" tulis BMKG pada keterangan rilisnya.

Lembaga pemantau tersebut mencatat adanya 13 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat dalam sepekan terakhir di Indonesia. Secara umum, efek getaran dari rangkaian gempa terbaru berada pada skala II hingga IV MMI.

Masyarakat diimbau memahami parameter visual tingkat kerusakan dengan mempelajari istilah kedaruratan.

"apa itu skala mmi gempa" tulis BMKG dalam rilis informasi edukasi publik.

Langkah penanganan keselamatan mandiri pasca-bencana juga terus disosialisasikan oleh otoritas terkait kepada warga di area rawan.

"apa yang harus dilakukan setelah gempa bumi" tulis BMKG sebagai panduan utama mitigasi darurat bagi masyarakat.

Otoritas kebencanaan merekomendasikan warga untuk segera keluar menuju lapangan terbuka dan menghindari kawasan lereng perbukitan yang rawan tanah longsor. BMKG meminta masyarakat tetap tenang serta memantau saluran komunikasi resmi untuk menghindari disinformasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author