BKN Beri Sinyal Rekrutmen Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberi sinyal pendaftaran rekrutmen mahasiswa, taruna, dan praja sekolah kedinasan 2026 akan segera dibuka. Para calon peserta diimbau mencermati peta persaingan sebelum menentukan instansi pilihan.
Sesuai ketentuan, setiap pelamar hanya diperbolehkan memilih satu sekolah kedinasan. Pengalaman seleksi tahun sebelumnya menunjukkan tingkat persaingan antarlembaga sangat bervariasi, seperti dilansir dari Detikcom.
Pada masa pendaftaran 2025, BKN mencatat ada 150.197 calon pendaftar yang membuat akun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 141.261 orang berhasil menyelesaikan proses hingga mengirimkan berkas pendaftaran per 19 Juli 2025.
Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN menjadi instansi paling diminati dengan 44.307 pendaftar yang menyelesaikan pendaftaran dari total 45.518 peminat.
Di sisi lain, terdapat sejumlah lembaga yang memiliki jumlah pelamar relatif lebih sedikit. Data BKN menunjukkan beberapa sekolah kedinasan mencatatkan jumlah pendaftar yang jauh di bawah angka rata-rata instansi favorit.
1. Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN)
PSSN menjadi salah satu instansi dengan jumlah pelamar terendah pada seleksi 2025. Lembaga ini hanya mencatatkan 2.632 pendaftar.
2. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
STIN juga masuk dalam kategori instansi yang lebih sedikit dilamar. Total pendaftar tercatat sebanyak 7.563 orang, dengan 7.400 di antaranya menyelesaikan proses pendaftaran hingga submit.
Sementara itu, mayoritas sekolah kedinasan lainnya mencatatkan total pendaftar di atas 10.000 orang.
Statistik Sekolah Kedinasan Kemenhub
Kelompok sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara keseluruhan menarik 28.493 pendaftar pada 2025. Dari angka tersebut, sebanyak 23.852 pelamar berhasil menyelesaikan submit berkas.
Instansi Kemenhub mencakup 22 politeknik dan sekolah tinggi yang bergerak di bidang transportasi darat, perkeretaapian, laut, serta udara.
Meski rincian data final per kampus Kemenhub pada 2025 tidak dirilis secara rinci oleh BKN, catatan tahun 2024 menunjukkan beberapa sekolah di bawah Kemenhub sempat masuk daftar sepi peminat.