BIN dan TNI Siagakan Pengamanan Hadapi Ancaman Aksi Mahasiswa

Share

Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan pengamanan guna mengantisipasi ancaman aksi demonstrasi besar-besaran dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada Kamis (11/6/2026).

Aparat keamanan memperketat pengawasan setelah mahasiswa memberikan ultimatum selama 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki situasi ekonomi nasional. Isu pergerakan massa ini mencuat di media sosial dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas nasional serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepala BIN Herindra merespons langsung ultimatum Reformasi Jilid II tersebut dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan persatuan di tengah tantangan ekonomi.

"Yang penting kita semua harus menjaga persatuan dan kesatuan," kata Herindra saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026), dilansir dari Kompas.com.

Pihaknya menambahkan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari sistem demokrasi yang dilindungi undang-undang. Kendati demikian, Herindra mengingatkan agar unjuk rasa tidak mengorbankan kepentingan stabilitas bangsa.

"Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua," ujar Herindra.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Kailani Rizqi Pratama, menegaskan bahwa pergerakan ini dipicu oleh merosotnya daya beli masyarakat akibat pelemahan mata uang nasional.

"Kalau kita melihat hari ini rupiah melemah sampai Rp18.000, kami memberikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia," kata Kailani saat menggelar aksi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Kailani menyatakan gerakan mahasiswa tidak segan untuk melakukan tindakan yang lebih masif jika tuntutan mereka diabaikan oleh para pembuat kebijakan.

"Jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan, jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk melakukan penyegelan di Kementerian Keuangan," ujar Kailani.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan optimis bahwa nilai tukar rupiah akan segera menguat melalui sejumlah strategi eksekutif yang mulai berjalan dalam sepekan ke depan.

“Pemerintah punya strategi dan langkah-langkah yang menurut saya cukup kuat untuk memperkuat rupiah dalam waktu dekat. Saya mendapatkan informasi bahwa strategi itu akan mulai berjalan dalam minggu ini,” kata Dasco.

Dasco menilai instrumen ekonomi tersebut akan didukung oleh tingkat keyakinan pelaku usaha terhadap pemerintah demi memulihkan arus modal internasional.

“Ya mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas,” ujar Dasco.

Politisi tersebut juga menekankan bahwa sentimen positif pasar keuangan sangat dipengaruhi oleh kondusivitas situasi sosial di dalam negeri.

“Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga menjadi faktor penting. Kalau kepercayaan itu meningkat, maka sentimen pasar juga akan ikut positif,” kata Dasco.

Antisipasi terhadap potensi gejolak sosial ini juga dikonfirmasi oleh Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, yang memastikan kesiapan penuh seluruh jajaran prajurit jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penebalan keamanan.

"Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya billing bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari. Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap," kata Brigjen Muhammad Nas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Meskipun pasukan dalam kondisi siaga, Brigjen Muhammad Nas meluruskan bahwa hingga saat ini internal TNI belum memberlakukan pengamanan khusus yang luar biasa.

"Belum sampai ke sana. Belum," singkat Nas.

Kondisi kematangan eskalasi politik di tingkat akar rumput ini sebelumnya telah diprediksi oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, pascasidang putusan hukumnya di Jakarta.

"Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, IHSG juga babak belur. Itu salah satu indikator bahwa ke depan bisa muncul gejolak sosial yang berawal dari gejolak ekonomi," ujar Noel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author