Biman Bangladesh Airlines Terjebakkan 259 Penumpang di Pesawat Selama 40 Jam di Roma
Pada 6 Agustus 2026, pesawat Biman Bangladesh Airlines dengan nomor penerbangan BG306 yang berangkat dari Toronto menuju Dhaka melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Fiumicino, Roma, akibat gangguan teknis. Pesawat tersebut terjebak di bandara selama hampir 40 jam, memaksa 259 penumpang tetap berada di dalam pesawat tanpa pendingin udara yang berfungsi.
Insiden ini menyebabkan ketidaknyamanan serius, terutama bagi anak-anak dan penumpang lanjut usia, yang mengalami kondisi tidak sehat selama menunggu perbaikan. Setelah beberapa kali upaya perbaikan yang gagal dilakukan oleh teknisi lokal, Biman mengirim tim insinyur dan suku cadang dari Dhaka yang tiba di Roma pada malam 8 Agustus dan berhasil memperbaiki pesawat dalam dua jam.
Biman Bangladesh Airlines belum mengungkapkan secara rinci jenis kerusakan teknis yang terjadi, hanya menyebutkan bahwa pesawat kembali layak terbang setelah diperbaiki oleh tim teknis mereka. Penerbangan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dhaka dan penerbangan selanjutnya dari Dhaka ke Toronto juga mengalami penundaan akibat insiden ini.
"Pesawat mengalami masalah pada sistem pengendalian tekanan kabin yang menyebabkan gangguan pendingin udara," kata Daily Star, melaporkan kondisi yang membuat penumpang harus bertahan di dalam kabin selama delapan jam awal tanpa AC.
Banyak penumpang yang tidak dapat masuk ke hotel karena mereka ditolak masuk ke Italia, sehingga harus menghabiskan waktu hampir 40 jam di bandara. Biman menyediakan akomodasi hotel, makanan, dan bantuan lain kepada para penumpang setelah masalah teknis berhasil diatasi.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan teknis dan perawatan pesawat Biman di bandara internasional yang menjadi tujuan tetap, khususnya di Roma. Pakar penerbangan menyoroti bahwa Biman, sebagai anggota International Airlines Technical Pool (IATP), seharusnya dapat memanfaatkan fasilitas suku cadang dan tenaga teknis lokal untuk menghindari keterlambatan panjang tersebut.
"Insiden ini menunjukkan kurangnya perwakilan teknis resmi di lokasi yang seharusnya dapat mengatasi masalah secara cepat tanpa perlu mendatangkan teknisi dari jauh," ujar The Daily Star, menyoroti pola masalah serupa yang pernah terjadi di Roma sebelumnya, termasuk insiden pada Agustus 2025 yang menyebabkan pesawat Biman grounded selama tiga hari.
Menurut aturan Uni Eropa Regulation 261/2004, penundaan selama lebih dari tiga jam untuk penerbangan jarak jauh seperti ini berpotensi menimbulkan kewajiban kompensasi hingga 600 euro per penumpang. Dengan 259 penumpang yang terlibat, potensi kompensasi bisa mencapai hampir 155.000 euro, belum termasuk biaya hotel dan makanan.
Biman menyatakan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama dan berterima kasih atas kesabaran penumpang selama proses penanganan gangguan teknis ini, serta akan mengumumkan jadwal penerbangan yang diperbarui.