Restoran Sin Huat Eating House Singapura Jual Bihun Kepiting Rp4,1 Juta
Sebuah restoran seafood legendaris di kawasan Geylang, Singapura, memicu perbincangan setelah menjual seporsi bihun kepiting seharga SGD 294 atau setara lebih dari Rp4,1 juta kepada seorang pengunjung pada Rabu, 1 Juli 2026.
Pengalaman bersantap tersebut viral di media sosial TikTok setelah diunggah oleh pelanggan yang terkejut dengan nominal pada tagihan, seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip laporan AsiaOne. Kedai bernama Sin Huat Eating House itu diketahui telah beroperasi sejak tahun 1979.
Pengunjung tersebut membagikan keluhannya mengenai pelayanan staf yang dinilai kurang ramah sejak awal kedatangan, termasuk sikap pemilik restoran yang kurang rapi saat melayani. Kendati harus menunggu hidangan crab bee hoon selama 55 menit, ia mengakui cita rasa masakan itu sangat memuaskan.
"Ini kepiting terenak yang pernah kami makan. Bawang putihnya membuat rasanya benar-benar luar biasa," ujar pengunjung tersebut dalam videonya.
Kekecewaan pelanggan baru muncul kembali ketika lembar tagihan diserahkan oleh pihak pengelola. Nominal Rp4,1 juta untuk satu porsi menu andalan dinilai terlalu tinggi bagi sebagian besar konsumen awam.
"Rasanya benar-benar luar biasa, tetapi menurut saya, pengunjung lain nekat kalau mau membayar bihun kepiting semahal ini," kata pelanggan itu menambahkan.
Unggahan video tersebut langsung memancing perdebatan di kalangan netizen. Beberapa komentar menyatakan harga tinggi adalah hal lumrah untuk standar seafood berkualitas di rumah makan itu, sementara yang lain mengkritik buruknya pelayanan staf.
"Kalau makanannya mahal tapi pelayanannya juga kurang baik, saya tidak akan mau makan di sana," tulis salah seorang netizen di kolom komentar.
Sin Huat Eating House tercatat memiliki reputasi panjang dan pernah menerima penghargaan Michelin Bib Gourmand atas kualitas hidangan kepitingnya yang menggunakan bumbu meresap. Kelezatan menu bihun kepiting di lokasi ini bahkan sempat mendapatkan pujian dari mendiang kritikus kuliner ternama, Anthony Bourdain, pada tahun 2011 silam.