BGN Wajibkan Label Batas Waktu Konsumsi Wadah Makanan MBG

Share

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan pencantuman label batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai pekan depan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (10/8/2026). Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah bahaya keracunan makanan akibat hidangan yang dikonsumsi melebihi batas waktu layak.

"Selain itu mulai minggu depan ini kami akan memberlakukan kewajiban untuk menuliskan di setiap omprengnya itu, itu ada tanda atau ada ada peringatan untuk dikonsumsi sebelum jam berapa," ujar Kepala BGN Sudaryono, dikutip dari akun Instagram pribadinya @sudaru_sudaryono.

Pengawasan kelayakan hidangan tersebut melibatkan tenaga pengajar di sekolah. Sudaryono menilai guru memiliki peran penting dalam mendampingi siswa saat menyantap menu MBG sekaligus menjadi benteng terakhir dalam memastikan keamanan pangan.

"Bapak Ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir. Manakala tidak layak, itu kemudian wajib hukumnya tidak dibagikan," tambah ia.

Langkah pengetatan aturan ini diambil setelah ditemukannya kebiasaan sejumlah siswa yang membawa pulang porsi makanan MBG untuk keluarga. Padahal, lauk pauk seperti ayam, telur, dan ikan sangat mudah basi jika disimpan tanpa penanganan yang tepat, hingga sempat memicu insiden keracunan pada orang tua murid.

"Sekali lagi keamanan itu menjadi yang paling utama dulu. Ada siswa yang keingat ibunya dia bawa pulang. Nah itu, saya berharap ya itu kemudian dicatat nama siswanya dan orang tuanya dikasih tahu. Maksud saya, dikasih tahu untuk bahwa ini makanan rawan loh, kalau dimakan bisa, bisa menimbulkan sakit perut ya, bisa menimbulkan keracunan karena kalau dibawa pulang sudah rusak," katanya.

Selain bertindak sebagai pengawas kelayakan, para guru juga diminta mengajak para siswa makan bersama untuk mengajarkan nilai kebersihan, kedisiplinan antre, serta adab makan di lingkungan sekolah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author