BGN temukan kelalaian rantai dingin di dapur MBG Karo

Share

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono mengungkap penyebab sementara insiden keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga dipicu kelalaian penyimpanan bahan baku ikan sebelum dimasak, menurut investigasi awal.

Sudaryono menyatakan ratusan ekor ikan tidak dimasukkan ke dalam lemari pembeku dan dibiarkan berada di suhu ruangan selama belasan jam, sehingga berisiko terjadi pembusukan dan kontaminasi bakteri.

Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, tapi ada sekitar 200 sampai 300 ekor yang tidak masuk freezer, ujar Sudaryono, dilansir dari Detik Health.

Ia mengatakan bagian ikan yang tidak dipindahkan tersebut kemudian ditaruh pada suhu ruang selama 12 jam hingga lebih dari 12 jam sebelum diolah.

Itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam, sambung Sudaryono, dilansir dari Detik Health.

Sudaryono menegaskan pengabaian rantai dingin pada bahan pangan mentah seperti ikan dapat memicu pembusukan dan kontaminasi bakteri jika dibiarkan pada suhu ruang.

Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai. Dan saya minta kepala dapur atau siapa pun yang merasa enggak sanggup kerja, keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang, tegas Sudaryono, dilansir dari Detik Health.

Menyikapi kejadian itu, BGN memperketat standar operasional prosedur keamanan pangan di seluruh fasilitas dapur MBG dan menginstruksikan 27.000 kepala dapur agar ekstra hati-hati serta mengawasi tiap tahapan dari hulu ke hilir, menurut Detik Health.

Terkait kondisi siswa korban yang mendapat perawatan intensif di ruang PICU RS Haji Medan, Sudaryono menyampaikan perkembangannya mulai membaik setelah tiga hari penanganan medis.

Kondisinya di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan sudah membaik dibandingkan pertama kali masuk. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik dalam satu sampai dua hari ini, pungkas Sudaryono, dilansir dari Detik Health.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author