BGN Minta Guru Kembalikan Makanan MBG Tak Layak Konsumsi
Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan pengembalian seluruh porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika terindikasi tidak layak, seperti dilansir dari Detik Health. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan pangan peserta didik sebelum hidangan disantap di sekolah. Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa pemeriksaan oleh para guru menjadi benteng krusial dalam menyaring kelayakan makanan.
Apabila ditemukan kerusakan pada salah satu komponen menu, seluruh paket makanan tersebut tidak boleh dikonsumsi sebagian saja. "Kalau ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi, misalnya yang bau hanya sayurnya, harus tidak dikonsumsi semuanya," kata Sudaryono pada Webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG, Rabu (12/8).
Pengembalian seluruh paket hidangan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperlukan agar proses investigasi dan pemeriksaan lanjutan dapat segera dilakukan. Skema ini diterapkan untuk mengantisipasi potensi bahaya kesehatan yang mengintai para siswa maupun tenaga pengajar.
"Bagaimana kalau ditemukan tidak layak, wajib hukumnya tidak dikonsumsi dan dikembalikan kepada dapur SPPG. Kemudian nanti kami akan lakukan pemeriksaan," ujar Sudaryono. Pemeriksaan organoleptik secara mandiri oleh pihak sekolah sangat diharapkan sebelum makanan dibagikan secara masal. BGN juga menyiapkan sanksi tegas bagi pihak SPPG yang terbukti lalai hingga mengabaikan aspek keselamatan serta kesehatan penerima manfaat.