Beppe Marotta Ungkap Kisah Tolak Transfer Cristiano Ronaldo di Juventus
Presiden Inter Milan Beppe Marotta mengungkapkan sejarah masa lalunya saat menentang transfer megabintang Portugal Cristiano Ronaldo ketika dirinya masih menjabat sebagai CEO Juventus pada 2018.
Keputusan Juventus mendatangkan Ronaldo pada akhirnya berujung pada kepergian Marotta dari Turin pada Oktober 2018, sebelum akhirnya ia pindah ke Inter Milan dua bulan kemudian.
Marotta berhasil membawa Nerazzurri meraih tiga trofi Liga Italia termasuk musim 2025-2026 di bawah pelatih Cristian Chivu, serta melaju ke dua final Liga Champions.
Dilansir dari Kompas.com dan Harian Disway, muncul rumor bahwa Marotta berselisih dengan Andrea Agnelli karena transfer tersebut, namun ia menegaskan hal itu bukan penyebab utama perpisahannya.
"I tidak setuju dengan perekrutan Cristiano Ronaldo, tetapi masa saya di Juventus tidak berakhir karena itu," kata Beppe Marotta, Presiden Inter Milan.
Marotta menjelaskan bahwa sebagai manajer ia harus menghormati keputusan yang diambil oleh pemilik klub demi restrukturisasi manajemen.
"Ketika pemilik klub melangkah maju, manajer harus mundur selangkah," ujar Beppe Marotta.
Agnelli selaku presiden kala itu dilaporkan ingin mengambil peran lebih besar dalam internal Bianconeri, dan Marotta menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
"Presiden membuat pilihannya sendiri dan saya menerimanya," ujar Beppe Marotta kepada DAZN.
Setelah hengkang, Marotta langsung mendapat tawaran dari Presiden Inter saat itu, Steven Zhang, yang awalnya ia kira hanya sebuah gurauan.
Di Inter Milan, Marotta dikenal berani mengambil keputusan besar seperti mendatangkan Antonio Conte untuk menggantikan posisi Luciano Spalletti.
"Conte tahu kapan harus meninggikan suara pada momen yang tepat," ungkap Beppe Marotta.
Setelah era Conte, Marotta sempat mendekati Massimiliano Allegri yang baru menolak Real Madrid, namun rencana kedua pihak tidak sejalan hingga akhirnya Simone Inzaghi yang terpilih.
"Arah rencana kami benar-benar tidak sejalan," kata Beppe Marotta mengenai kegagalan kesepakatan dengan Allegri.
Inzaghi membawa Inter ke dua final Liga Champions sebelum hengkang ke klub Arab Saudi Al-Hilal, yang kemudian digantikan oleh mantan bek Inter Cristian Chivu.
Kini Marotta yang berusia 69 tahun memiliki ambisi besar untuk membawa Inter Milan meraih trofi tertinggi di kompetisi Eropa tersebut.
"Impian saya selanjutnya? Terlalu mudah untuk mengatakan Liga Champions," katanya.
Pria Italia ini tercatat telah mendampingi timnya dalam empat final Liga Champions baik bersama Juventus maupun Inter Milan, namun semuanya berakhir dengan kekalahan.
"Tentu saja saya ingin memenangkannya bersama Inter. Tim saya telah bermain di empat final dan kalah di semuanya. Jika kami memenangkan Liga Champions, saya bisa pensiun," imbuhnya.