Benyamin Bamburac Cetak Sejarah Raih Gelar S2 Ilmu Komputer di Usia 15 Tahun
Seorang remaja bernama Benyamin Bamburac sukses mencatatkan prestasi akademik luar biasa di usianya yang masih sangat muda. Dilansir dari HaiBunda, remaja berusia 15 tahun tersebut baru saja menyelesaikan studi S2 di bidang ilmu komputer.
Benyamin Bamburac resmi melangsungkan kelulusannya dari Lewis University. Berdasarkan laporan NBC 5 Chicago, pencapaian ini langsung menjadi pusat perhatian publik karena usia sang lulusan yang tergolong masih belia.
Jenjang pendidikan tinggi Benyamin Bamburac ternyata dimulai jauh lebih awal daripada anak-anak lain pada umumnya. Ia diketahui sudah aktif berkuliah di Lewis University sejak menginjak usia 12 tahun.
Sebelum meraih gelar magister, Benyamin Bamburac sudah berhasil mendapatkan dua gelar sarjana sekaligus pada tahun 2025. Kini, lewat perolehan gelar S2 di usia 15 tahun, ia resmi mengukir sejarah baru di kampusnya.
Pada momen perayaan kelulusannya, Benyamin Bamburac mengekspresikan rasa bahagia atas pencapaian tersebut. Ia mengaku tidak menduga bisa menyelesaikan seluruh rangkaian studi dalam waktu yang relatif cepat.
"Saya sangat gembira. Saya senang bisa lulus," kata Benyamin.
Ayah Benyamin, Djordje Bamburac, membeberkan bahwa talenta akademik putranya sudah mulai terlihat sejak masa kecil. Menurut penuturannya, sang anak bahkan sudah mulai mempelajari kalkulus sewaktu masih berumur 5 tahun.
Melalui riwayat akademik tersebut, Benyamin Bamburac dinobatkan sebagai salah satu lulusan termuda yang pernah meraih gelar sarjana sekaligus magister di Lewis University. Sang ayah menegaskan seluruh prestasi ini murni berkat dedikasi putranya.
"Dia melakukan semuanya sendiri. Kami hanya mendukungnya, tetapi ini semua adalah hasil usahanya sendiri," ungkap Djordje Bamburac.
Sally Lou Flores Bamburac selaku ibunda mengungkapkan bahwa putranya dikenal memiliki karakter yang rajin belajar. Di samping itu, Benyamin Bamburac juga tumbuh menjadi sosok pribadi yang rendah hati serta taat beribadah.
"Dia anak yang sangat rajin belajar, rendah hati, dan taat beribadah. Saya kagum dan sangat bangga," tutur Sally Lou Flores Bamburac.
Meski memiliki riwayat prestasi akademik yang mentereng, Benyamin Bamburac tetap menjalankan kehidupan sehari-hari layaknya remaja sebayanya. Ia selalu meluangkan waktu untuk melakukan hobi dan berkumpul dengan orang-orang terdekat.
"Di luar kuliah, saya menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, bermain catur, membuat program, serta menonton video. Ya, kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan kebanyakan orang," ujar Benyamin.
Mengenai rencana ke depan, Djordje Bamburac menyebutkan bahwa putranya saat ini masih dalam fase beristirahat dan belum menetapkan tujuan spesifik. Namun, pihak keluarga optimistis Benyamin Bamburac akan menghadirkan inovasi bermanfaat di masa depan.
"Saat ini, dia belum tahu apa yang ingin dia lakukan. Dia hanya ingin beristirahat, tetapi saya pikir di masa mendatang dia akan menciptakan sesuatu," kata Djordje Bamburac.