Bentrokan di Menteng Menewaskan Satu Orang dan Delapan Diriutkan
Aparat kepolisian menangkap tiga tersangka penganiayaan dan menyiagakan 200 personel gabungan setelah bentrokan antar kelompok pecah di kawasan Jalan Tambak dan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) pagi. Insiden yang berawal dari perselisihan suara knalpot bising sepeda motor di dekat gerobak pedagang nasi uduk tersebut mengakibatkan seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia dan satu warga berinisial DS mengalami luka-luka. Sopir ambulans Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menceritakan kondisi jenazah korban saat pertama kali tiba di fasilitas medis tersebut.
"Posisi tangannya udah kaku, enggak bisa dilurusin lagi," kata Frans, sopir ambulans RSCM.
Frans menjelaskan bahwa penanganan jenazah korban tindak pidana biasanya akan diteruskan ke fasilitas milik kepolisian. "Kalau badannya enggak terlihat detail, soalnya kan ditutup. Orang forensik dari Polri kan datang, dari Polda Metro," ungkap Frans.
Proses rujukan korban meninggal dari RSCM biasanya dilakukan sesuai prosedur penanganan perkara. "Kalau yang meninggal biasanya dari sini langsung ke RS Polri," ujar Frans.
Saksi mata di kawasan rumah sakit juga mencatat adanya lonjakan pengunjung serta deretan kendaraan sejak Minggu siang. "Yang saya lihat ramai, dari siang itu udah ramai banget mobil berjejer di sini (pinggir jalan)," kata Faiz, pedagang kopi keliling di depan RSCM. Faiz menambahkan bahwa kedatangan ambulans di area gawat darurat langsung menyita perhatian warga sekitar.
"Kayaknya sih memang yang korban meninggal itu yang di dalam ambulans," tutur Faiz.
Suasana keramaian warga yang memadati area luar instalasi gawat darurat berlangsung hingga sore hari. "Yang saya lihat mah ramai aja, ya katanya ada bentrok di Menteng. Sampai sore masih ramai di sini," ungkap Jafar, warga sekitar taman RSCM. Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat membeberkan pemicu awal perusakan sarana pedagang yang berujung pada aksi saling lempar batu.
"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya terdampak, dan dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, (mereka) ditegur tidak terima," kata Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Penyidik Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi bahwa sekelompok orang mendatangi lokasi penjualan makanan sebelum keributan meluas. “Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut,” kata AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.
Petugas di lapangan sempat berusaha melerai massa yang terlibat pertikaian di jalanan. “Kemudian dari petugas berupaya untuk melerai dan menyudahi, namun karena banyaknya yang terlibat, akhirnya warga yang terlibat akhirnya ada korban dan ada yang kita amankan. Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng,” ujar AKBP Roby Heri Saputra.
Pihak kepolisian mengonfirmasi perubahan kondisi medis salah satu korban yang sempat kritis setelah dievakuasi. "Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," imbuh AKBP Roby Heri Saputra. Pemerintah memastikan penanganan keamanan di area bentrokan sudah terkendali sepenuhnya.
“Sedang ditangani dan sudah… dan itu sudah menjadi… kondisi sudah kembali baik, itu yang saya dapat laporan,” kata Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat memastikan penempatan personel gabungan di sekitar lokasi kejadian masih berlangsung. “Betul masih dijaga,” kata Iptu Erlyn, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat. Pengamanan ketat dilakukan untuk mencegah potensi kerusuhan susulan di permukiman warga.
“Sekitar 200 personel gabungan TNI, personel polda, Polres Jakpus dan Polsek Menteng,” ujar Iptu Erlyn.
Hingga Senin (27/7/2026), polisi telah memeriksa 15 saksi dan mengamankan tiga tersangka berinisial S, T, dan U terkait dugaan penganiayaan, serta melakukan patroli sweeping menyita senjata tajam berupa parang dan panah dari lokasi kejadian.