Benjamin Netanyahu Menyambut Pemecatan Jaksa ICC Karim Khan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut pemecatan Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) Karim Khan setelah adanya keputusan pencopotan terkait tuduhan pelanggaran seksual, dilansir dari Detikcom pada Senin (27/7/2026).
Pencopotan tersebut merupakan hasil pemungutan suara secara rahasia di markas besar PBB di New York pada Jumat lalu. Sebanyak 82 dari 125 negara anggota ICC memilih untuk menyingkirkan Khan atas dugaan pelanggaran tugas yang serius.
Sebelumnya, Khan sempat diskors oleh badan pengatur utama ICC bulan lalu. Langkah hukum Khan pada 2024 yang menuntut surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza sempat memicu kemarahan Amerika Serikat dan membatasi ruang gerak diplomasi pemimpin Israel tersebut.
Netanyahu memberikan respons tegas terkait pemecatan pejabat peradilan internasional tersebut saat tampil di program radio televisi.
"Dia berpikir, jika ada dakwaan, dia akan tetap punya pekerjaan. Ternyata ada dakwaan, dan dia kehilangan pekerjaannya," ujar Netanyahu.
Ia juga menambahkan tuduhan mendasar terkait integritas mantan jaksa ICC itu dalam kesempatan yang sama.
"Dia kehilangan pekerjaannya karena dia disingkirkan oleh sebagian besar negara yang tahu bahwa dia adalah penipu," imbuh Netanyahu.
Pihak pengacara Khan menyatakan bahwa kliennya membantah seluruh tuduhan pelanggaran dan berencana mengajukan perlawanan hukum resmi atas keputusan pemecatan tersebut.
Di sisi lain, Netanyahu turut menanggapi pernyataan Wali Kota New York Zohran Mamdani yang sempat berencana menangkapnya. Pemimpin Israel itu menilai tuntutan tersebut didasarkan pada tuduhan palsu dan menuduh Mamdani menghasut kebencian.
"Saya bermaksud datang dan berbicara jujur, berbicara untuk Israel dan untuk aliansi Israel-Amerika dari podium PBB," kata Netanyahu mengenai rencananya menghadiri Sidang Umum PBB di New York pada September mendatang.