Bendera Merah Putih Berkibar di Balai Kota San Francisco

Share

Bendera Merah Putih kembali berkibar di Balai Kota San Francisco, Amerika Serikat, dalam rangka perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Dilansir dari Detik Travel, gedung ikonik tersebut juga dihiasi pencahayaan bernuansa merah-putih untuk memperingati HUT ke-81 RI.

Pengibaran bendera di San Francisco City Hall ini merupakan momen kedua yang berlangsung secara berturut-turut. Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat di wilayah California.

Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Wardana menegaskan bahwa peristiwa ini membawa simbol penting bagi kedua negara.

"Berkibarnya Merah Putih di San Francisco City Hall mencerminkan persahabatan Indonesia-Amerika Serikat yang hidup dan terus berkembang, tidak hanya antara Jakarta dan Washington, D.C., tetapi juga di California dan San Francisco. Bay Area membuka peluang besar bagi kerja sama konkret, mulai dari artificial intelligence dan energi bersih hingga pendidikan tinggi, kesehatan, pertanian berkelanjutan, dan ekonomi kreatif," ujar Konjen Yohpy.

Peran warga Indonesia di kawasan setempat juga dinilai memberi dampak positif terhadap hubungan antarnegara.

Konjen Yohpy menambahkan, diaspora Indonesia memiliki peran penting sebagai jembatan antarmasyarakat, melalui kontribusi para profesional, pengusaha, mahasiswa, akademisi, dan seniman Indonesia di Bay Area.

Pemerintah kota setempat turut menetapkan 18 Agustus 2026 sebagai "Indonesian-American Friendship and Heritage Day" yang diproklamasikan oleh Wali Kota San Francisco Daniel Lurie. Deklarasi tersebut dibacakan oleh Chief of Protocol City and County of San Francisco, Penny Coulter, di hadapan jajaran Korps Konsul Jenderal dan diplomat asing.

Dalam pidatonya, Chief Penny mengapresiasi ketahanan masyarakat Indonesia serta menyinggung bantuan solidaritas untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan sejarah pengasingan Sukarno di Flores.

Ia juga memuji kemampuan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan masyarakatnya yang terdiri dari lebih 280 juta jiwa dan beragam budaya, yang selaras dengan prinsip E Pluribus Unum.

"Dari keberagaman menuju persatuan. Dari tantangan menuju ketahanan. Dari kerja sama menuju kekuatan," ujar Chief Penny.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author