Itamar Ben-Gvir Batalkan Kunjungan ke Markas PBB di Amerika Serikat

Share

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan membatalkan rencana kunjungannya ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri konferensi kepala kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (6/7/2026), dilansir dari Detikcom. Keputusan pembatalan ini mencuat setelah muncul desakan penangkapan terhadap Ben-Gvir atas kebijakannya mengenai penahanan yang disertai penyiksaan di penjara Israel, serta dugaan keterlibatannya dalam kejahatan perang di Jalur Gaza. Sejumlah pejabat Kementerian Keamanan Nasional Israel mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut diambil karena adanya rencana unjuk rasa yang menentang kehadiran Ben-Gvir, serta meningkatnya tekanan dari organisasi-organisasi hak asasi manusia agar ia diselidiki.

Organisasi hukum Hind Rajab Foundation bersama Center for Constitutional Rights telah mengajukan aduan resmi kepada Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan mendesak Jaksa Agung New York Letitia James untuk segera memulai investigasi.

"menggunakan wewenangnya untuk menerapkan kebijakan penyiksaan sistematis, pembunuhan, penganiayaan, dan pemindahan paksa" kata Hind Rajab Foundation. Pihak yayasan menambahkan bahwa Letitia James memiliki landasan hukum yang kuat untuk memeriksa sang menteri karena terdapat warga New York yang dirugikan oleh kebijakan kontroversial tersebut.

"sejumlah warga New York telah dirugikan oleh tindakan kriminal Ben-Gvir dan karena Ben-Gvir mungkin juga melakukan tindakan kriminal saat berada di New York" ujar Hind Rajab Foundation. Laporan tersebut mengacu pada 11 kasus dugaan kriminal yang melibatkan warga New York sebagai korban, termasuk individu yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang mengalami penyiksaan setelah ditahan otoritas Israel.

Selain itu, terdapat warga Palestina-Amerika yang dilaporkan mengalami kelaparan dan metode penyiksaan lainnya selama berada di dalam sel tahanan di bawah pengawasan dinas penjara pimpinan Ben-Gvir. Hingga saat ini, kantor Menteri Keamanan Nasional Israel belum memberikan konfirmasi resmi mengenai alasan pembatalan agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7) dan Rabu (8/7) waktu Amerika Serikat tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author