Beasiswa Pijar Berdaya 2026 Membuka Pendaftaran Pelajar Prasejahtera

Share

Program Beasiswa Pijar Berdaya Indonesia (PBI) 2026 kembali membuka pendaftaran jalur reguler. Fasilitas pendampingan ini disediakan bagi pelajar dari keluarga prasejahtera yang memiliki tekad kuat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Kesempatan ini terbuka untuk siswa SMA, SMK, MA sederajat, hingga lulusan gap year. Periode pendaftaran berlangsung mulai 6 Mei sampai 31 Agustus 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Beasiswa Pijar Berdaya Indonesia berfokus pada persiapan masuk perguruan tinggi bagi siswa kelas 11, kelas 12, serta lulusan gap year maksimal dua tahun. Berbeda dengan program lain yang memberikan dana pendidikan, PBI menitikberatkan pada pendampingan intensif menghadapi seleksi kampus.

Sasaran utama dari program ini adalah pelajar kurang mampu yang mempunyai potensi akademik maupun non-akademik. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP) akan menjadi kelompok prioritas dalam proses seleksi.

Latar Belakang Pendirian

Gerakan sosial ini diinisiasi oleh Tristia Riskawati dan Irvan Nurmawan pada tahun 2022. Keduanya peduli terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan tinggi karena keterbatasan informasi dan potensi diri.

"Suami dan saya melihat banyak keluarga pra-sejahtera yang terus mendapat bantuan sosial, tapi kesannya jadi seperti 'disuapin' aja ya. Padahal kalau ada satu saja anaknya yang bisa berkuliah, ekonomi mereka bisa terangkat," ujar Tristia.

Menurut Tristia, pendidikan menjadi sarana krusial untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

"Pijar Berdaya adalah beasiswa untuk adik-adik kurang mampu yang ingin lanjut berkuliah agar bisa memutus rantai kemiskinan keluarga mereka," kata Tristia.

Fasilitas bagi Penerima Beasiswa

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan bimbingan dari mentor berpengalaman untuk menyusun strategi menembus perguruan tinggi. PBI juga menghadirkan layanan talents mapping serta konsultasi minat bakat guna membantu peserta mendeteksi potensi dirinya.

Tristia mencermati fenomena siswa yang kerap memilih program studi hanya berlandaskan proyeksi pendapatan masa depan tanpa mengukur kemampuan diri sendiri.

"Ada yang bilang pengen ambil jurusan yang nantinya banyak cuannya, tapi kan belum tentu cocok. Takutnya malah kolaps di tengah jalan," tutur Tristia.

Selain pengarahan jurusan, awardee menerima bimbingan akademik dari tutor kampus bereputasi serta pelatihan pengembangan kapasitas. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepercayaan diri peserta akan digembleng melalui program ini.

Fasilitas lain yang didapatkan meliputi akses jejaring alumni, pemetaan strategi jalur masuk PTN, sosialisasi, hingga pembukaan akses beasiswa lanjutan setelah diterima di kampus.

Seluruh proses persiapan ini diberikan secara gratis tanpa memungut biaya dari peserta. PBI tidak menanggung biaya kuliah penuh, namun pendanaan studi nantinya akan dioptimalkan melalui KIP Kuliah atau dukungan donatur mitra setelah peserta diterima.

Durasi Pendampingan Peserta

Masa bimbingan belajar disesuaikan dengan jenjang pendidikan ketika peserta diterima dalam program. Siswa yang mendaftar sejak kelas 11 bisa memperoleh masa pendampingan hingga empat tahun, mencakup dua tahun masa SMA dan tambahan masa gap year.

Apabila belum berhasil menembus perguruan tinggi pada tahun pertama kelulusan, peserta tetap berhak mendapatkan pendampingan hingga maksimal dua tahun setelah lulus sekolah.

Syarat Pendaftaran Beasiswa PBI 2026

Calon peserta wajib memenuhi beberapa kriteria utama di bawah ini:

Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Bandung Raya.
Siswa aktif kelas 11 atau 12 SMA, SMK, MA sederajat.
Siswa kelas 13 SMK untuk kurikulum empat tahun.
Lulusan SMA, SMK, MA tahun kelulusan 2025 atau 2026.
Belum pernah dan tidak sedang menempuh perkuliahan.
Berasal dari keluarga prasejahtera.
* Keluarga Penerima Manfaat PKH menjadi prioritas utama.

Berkas Dokumen yang Diperlukan

Peserta jalur reguler harus mempersiapkan berkas administrasi meliputi KTP atau kartu pelajar, Kartu Keluarga, serta slip gaji orang tua atau surat keterangan tidak berpenghasilan. Data DTKS, DTSEN, atau DESIL bersifat opsional.

Dokumen lain yang diminta yaitu bukti pembayaran PBB atau kontrakan, foto kondisi rumah, KKS, KIP, rapor semester 1 hingga terakhir, serta sertifikat prestasi. Diperlukan juga surat izin program, surat persetujuan orang tua, dan surat rekomendasi sekolah atau tokoh masyarakat.

Calon peserta juga harus menulis motivasi pendaftaran minimal 500 karakter, alasan memilih perguruan tinggi minimal 500 karakter, personal statement minimal 750 kata, serta essay rencana dan komitmen.

Selama pendampingan, peserta diarahkan memilih jurusan dan kampus yang realistis berdasarkan hasil rekam akademik mereka.

"Jadi pas UTBK mereka enggak asal pilih. Kita sesuaikan juga sama kemampuan akademiknya," ucap Tristia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author