Batas Usia Perempuan Menyusui Bayi Menurut Penjelasan Dokter Laktasi

Share

Praktik melahirkan di usia 40 tahun ke atas kini semakin umum terjadi di masyarakat. Meski demikian, masih muncul anggapan bahwa bertambahnya umur perempuan dapat menurunkan kualitas Air Susu Ibu (ASI). Para ahli menegaskan tidak ada batasan umur tertentu yang melarang atau menghambat seorang perempuan untuk memberikan ASI.

Menyusui tetap dapat memberikan manfaat optimal selama kondisi kesehatan ibu dan bayi mendukung. Dokter umum dan penulis kesehatan asal Inggris, Dr Philippa Kaye, menyatakan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan penurunan kualitas ASI akibat faktor usia ibu. Banyak perempuan berusia 40 tahun atau lebih yang tetap sukses memberikan ASI.

"Banyak perempuan berusia lebih tua berhasil menyusui dan tidak ada indikasi medis untuk tidak menyusui hanya berdasarkan usia," kata Dr Philippa Kaye dilansir dari HaiBunda.

"Faktanya, ASI merupakan makanan pertama yang direkomendasikan untuk semua bayi, terlepas dari usia ibunya," ujar Dr. Philippa Kaye, dikutip dari MadeForMums. Kualitas ASI lebih banyak ditentukan oleh status gizi ibu, kecukupan asupan nutrisi, serta frekuensi menyusui. World Health Organization (WHO) juga tidak membedakan panduan pemberian ASI berdasarkan umur sang ibu.

WHO tetap menganjurkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Setelah itu, pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun atau lebih dengan didampingi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Faktor Penentu Keberhasilan Proses Laktasi

Keberhasilan pemberian ASI dipengaruhi oleh teknik pelekatan bayi yang benar, frekuensi pengosongan payudara secara rutin, serta dukungan lingkungan sekitar. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan mayoritas ibu sehat sanggup memproduksi ASI secara mencukupi.

Koordinator program laktasi perinatal di The Johns Hopkins Hospital, Nadine Rosenblum, menjelaskan bahwa mitos seputar laktasi sering memicu ibu berhenti menyusui lebih awal dari yang seharusnya.

"Selama kehamilan, sistem kekebalan bayi mempersiapkan diri untuk sumber makanan unik yang diproduksi ibunya yang dinamakan ASI. Itulah yang diharapkan tubuh bayi untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan secara paling efektif," kata Rosenblum dikutip dari laman Hopkinsmedicine.

Peluang Menyusui pada Usia di Atas 40 Tahun

Perempuan yang menjalani persalinan pada umur 40 tahun atau lebih tetap memiliki kesempatan untuk memberikan ASI secara optimal. Risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional atau hipertensi memang cenderung meningkat, namun kondisi tersebut bukan penghalang medis untuk menyusui.

Tren perempuan yang memilih hamil di usia matang terus meningkat karena pertimbangan karier, pendidikan, maupun kesiapan program kehamilan. Pemantauan medis yang tepat dapat membantu proses menyusui berjalan lancar.

Tantangan dalam proses laktasi dapat dialami oleh ibu dari berbagai kelompok umur. Apabila menghadapi kendala produksi ASI atau pelekatan bayi, konsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan sangat dianjurkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author