Basarnas Jadwalkan Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa 2 Selama 7 Hari
Pencarian korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Kepastian mengenai perpanjangan masa tugas tim SAR akan ditentukan melalui evaluasi bersama instansi terkait usai masa operasi tersebut. Kepala Basarnas M Syafii menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan operasi bergantung pada laporan korban hilang.
Penilaian akhir bakal mempertimbangkan konfirmasi resmi dari pihak KSOP, pemilik kapal, maupun posko pengaduan, seperti dilansir dari Detikcom. "Jika terkonfirmasi dari posko pengaduan, KSOP, atau pemilik kapal bahwa masih ada korban yang belum ditemukan, itu akan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan operasi," kata Syafii.
Proses evakuasi awal berjalan cepat lantaran sinyal darurat langsung dipancarkan oleh Basarnas Command Center. Sinyal bahaya tersebut dengan cepat direspons tujuh kapal niaga di area sekitar guna menolong para penumpang di tengah cuaca buruk.
Sebagai langkah lanjutan, Basarnas memberangkatkan armada KN SAR Permadi dari dermaga Surabaya. Syafii menerangkan bahwa pergerakan armada pencari memanfaatkan sistem aplikasi pemantau arah angin, besaran gelombang, serta arus laut. Kondisi fisik KMP Mutiara Sentosa 2 sendiri belum dapat dipastikan tenggelam sepenuhnya oleh tim lapangan. Saat proses penyelamatan awal berlangsung, badan kapal masih terlihat terapung di permukaan air.
Meskipun demikian, petugas SAR belum dapat menjangkau bagian dalam atau lambung kapal. Hal ini disebabkan oleh tingginya kepulan asap serta temperatur panas yang sangat ekstrem di lokasi kejadian. Syafii menegaskan sesuai aturan keselamatan kerja, area interior kapal baru aman disisir saat api telah padam total. Petugas tidak diperbolehkan mengambil risiko sebelum kondisi fisik kapal stabil.
Saat KN SAR Permadi kembali menyisir titik koordinat seusai mengevakuasi korban ke Sumenep, bangkai KMP Mutiara Sentosa 2 sudah hilang dari pandangan. Kapal motor tersebut diperkirakan telah hanyut terbawa arus bawah laut.