Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan Vape Narkoba ke Jakarta Barat
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan ratusan vape narkoba yang menyasar kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat. Pengungkapan kasus ini bermula dari pemeriksaan bus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Selasa (18/8/2026) sore.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, dua orang tersangka berhasil ditangkap dalam operasi pengungkapan jaringan peredaran rokok elektrik mengandung zat berbahaya etomidate tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa penindakan ini diawali dari kegiatan rutin yang ditingkatkan oleh jajarannya di area pelabuhan.
"Anggota Subdit I, yang sedang melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan di Pelabuhan Bakauheni, melakukan pemeriksaan terhadap bus bernopol BA-7024-NU," kata Brigjen Eko Hadi.
Dari pemeriksaan kendaraan tersebut, petugas mencurigai seorang penumpang bernama Nur Muhammad Iskandarsyah yang membawa sebuah tas berisi barang bukti 381 buah vape diduga mengandung etomidate.
"Yang bersangkutan kedapatan membawa satu tas berisikan 381 pieces diduga etomidate dengan tujuan Kampung Ambon, Jakarta Barat," kata Brigjen Eko Hadi.
Penyidik Subdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri lantas melakukan pengembangan kasus berdasarkan keterangan tersangka pertama. Hasilnya, barang haram tersebut sedianya diserahkan di Terminal Kalideres sekitar pukul 23.00 WIB.
"Dari hasil pengembangan kasus tersebut, sekira pukul 23.00 WIB, anggota mengamankan penerima barang yang bernama Jhony Pentury di Terminal Kalideres," kata Brigjen Eko Hadi.
Pemeriksaan mendalam terhadap tersangka Jhony Pentury mengungkap bahwa pasokan etomidate tersebut dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.
"Dari hasil interogasi diperoleh keterangan bahwa etomidate diperoleh dari napi di Lapas Batam bernama Sekal Syahzuardi (mantan anggota Polri yang sudah di-PTDH 2025 kasus narkoba) dan etomidate tersebut adalah pesanan dari narapidana Selo (napi lapas wanita)," kata Brigjen Eko Hadi.
Saat ini penyidik Subdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku guna membongkar jaringan di atasnya.