Bareskrim Polri Menggagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Lintas Provinsi
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram dari jaringan Malaysia-Indonesia di Terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, pada Jumat (5/6/2026).
Penggagalan penyelundupan narkoba yang ditujukan ke wilayah Jawa Timur ini berujung pada penangkapan seorang kurir pria berinisial ABD Kodir (45), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak kepolisian mengendus pergerakan distribusi barang haram ini setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya pengiriman sabu dari Malaysia ke wilayah Dumai dan Pekanbaru.
"Bareskrim Polri memperoleh informasi mengenai adanya penyelundupan narkotika jenis sabu dari Malaysia ke wilayah Dumai dan Pekanbaru, Provinsi Riau, yang dikendalikan oleh jaringan lintas provinsi Riau-Jawa Timur," kata Eko melalui keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Penyelidikan lanjutan kemudian digencarkan oleh tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di bawah pimpinan Kombes Handik Zusen dengan melakukan pengintaian intensif di area terminal tersebut.
"Tim kemudian melakukan pengamatan dan mencurigai seorang laki-laki yang membawa tas keluar dari area terminal," ungkap Eko.
Petugas langsung bergerak melakukan penangkapan dan memeriksa barang bawaan milik tersangka yang dicurigai membawa narkotika.
"Selanjutnya dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Kordir. Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 tas warna biru merek Ferrari yang berisi 5 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 5 kilogram," jelas Eko.
Pemeriksaan intensif terhadap pelaku mengungkap bahwa aksi nekatnya menjadi kurir didorong oleh iming-iming imbalan bernilai fantastis dari seorang pengendali yang kini buron.
"Tersangka mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 30 juta untuk setiap bungkus yang berhasil diantarkan sehingga total upah yang akan diterima sebesar Rp 150 juta," lanjutnya.
Tersangka tercatat sudah mengantongi uang muka operasional sebesar Rp 30 juta untuk menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Pekanbaru hingga Dumai sebelum akhirnya tertangkap petugas.
Upaya pengembangan kasus melalui metode controlled delivery sempat dilakukan menuju Terminal Purabaya, Sidoarjo, namun terkendala situasi lapangan sehingga polisi kini fokus memburu tiga DPO lainnya bernama Ari, Dayat, dan Bayu.