Barcelona Membatasi Jumlah Turis Asing Maksimal 16 Juta Orang

Share

Pemerintah Kota Barcelona, Spanyol, berkomitmen membatasi pertumbuhan jumlah wisatawan guna mengurangi tekanan terhadap infrastruktur dan penduduk lokal. Kebijakan pengetanan kunjungan ini diambil menyusul maraknya isu overtourism yang melanda kawasan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Kamis (13/8/2026).

Komisaris Pariwisata Berkelanjutan Barcelona, José Antonio Donaire, mengonfirmasi bahwa pihak berwenang telah menerapkan strategi guna menahan arus masuk pelancong. Langkah inovatif penanganan pariwisata ini sebenarnya telah dimulai sejak penetapan moratorium pembangunan hotel baru pada dekade lalu.

"Barcelona mulai memikirkan kembali pariwisata dengan langkah-langkah inovatif seperti moratorium pembangunan hotel baru pada tahun 2017," ujar Donaire kepada The New York Times.

Donaire menekankan bahwa fokus utama pemerintah kota saat ini bergeser dari penambahan kuota menjadi pembatasan ketat terhadap volume pelancong yang masuk.

"Saat ini kampanye mereka berbunyi, 'Tidak ada tambahan turis lagi'," kata Donaire.

Ia memaparkan bahwa tingkat kunjungan pada tahun sebelumnya dijadikan sebagai tolok ukur batas aman kapasitas kota.

"Kami tidak ingin menambah jumlah wisatawan. Kami menginginkan jumlah wisatawan yang sudah ada di kota ini. Ada 15,7 juta wisatawan di kota ini pada tahun 2025, itu ambang batasnya. Enam belas juta adalah jumlah maksimum," kata Donaire kepada The New York Times.

Pemerintah menetapkan target bahwa profil pendatang harus lebih terarah pada sektor-sektor produktif dan edukatif.

"Meskipun ada langkah-langkah yang lebih ketat, Donaire menegaskan bahwa kebijakan kota tidak dimaksudkan untuk menghalangi pariwisata sama sekali. Sebaliknya, ia mengatakan Barcelona ingin menarik pengunjung yang datang untuk bisnis, budaya, dan pengalaman lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan penduduk," kata Donaire.

Pengaturan fungsi ruang publik juga ditujukan untuk menjaga keberlangsungan hidup harian warga setempat.

"Penting bagi kami bahwa setiap penduduk dapat membeli sepotong roti, buku, atau sekrup di lingkungan mereka," katanya.

Donaire menepis anggapan bahwa perubahan ini akan menurunkan daya tarik kota bagi wisatawan berkualitas.

"Kami juga percaya bahwa wisatawan akan lebih tertarik pada kota di mana ruang kota tidak sepenuhnya berisi suvenir, casing ponsel, dan kebab," pungkasnya.

Berdasarkan data The Associated Press, wilayah Catalonia menyambut sekitar 20,1 juta turis pada tahun 2025, mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan angka wisatawan ini memicu melambungnya biaya perumahan, kepadatan transportasi umum, serta penumpukan di kawasan bersejarah.

Guna menanggulangi dampak tersebut, Wali Kota Barcelona Jaume Collboni mengusulkan kenaikan pajak menginap bagi penumpang kapal pesiar dari €4 menjadi €8 (sekitar Rp 164 ribu). Sebelumnya pada 1 April, kota ini juga telah menaikkan pajak penginapan hotel hingga hampir dua kali lipat per malamnya.

Tekanan dari tingginya angka kunjungan turut memicu pembangkangan simbolis dari warga, termasuk aksi protes jalanan musim panas lalu di mana pengunjuk rasa menyemprot wisatawan menggunakan pistol air sambil membentangkan spanduk penolakan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author