Bappisus Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Demo Agustus
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto meminta warga tidak terprovokasi narasi perihal aksi demonstrasi besar berserta ancaman kerusuhan pada Agustus, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (10/8/2026) di Ancol, Jakarta Utara.
Imbauan tersebut disampaikan usai Aris menghadiri diskusi 'Optimalisasi Peran Intelijen Penegakan Hukum sebagai Supporting System dalam Pelaksanaan Asta Cita Presiden' yang diselenggarakan bersama Jamintel Kejagung. Ia menyoroti maraknya penyebaran narasi provokatif di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat ya jangan mudah terprovokasi oleh media-media sosial yang tidak jelas ya," kata Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.
Selain masalah provokasi, Aris turut menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi digunakan untuk memanipulasi informasi digital. Kemajuan teknologi saat ini dinilai mampu mengubah konten video menjadi tidak sesuai dengan kenyataan.
"Sekarang dengan adanya Artificial Intelligence atau AI ya semua berita media sosial bisa dimanipulasi, ya. Bahkan deepfake ya, video-video bisa dipalsukan segala macam," kata Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.
Sebagai langkah antisipasi terhadap berita bohong, masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam memilih sumber informasi. Aris mengarahkan publik agar mengacu pada media massa yang terverifikasi dan tepercaya.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, gunakan media-media yang kredibel, ya. Misalnya media-media mainstream, ya kan, media-media cetak yang kredibel kan banyak," ujar Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.
Penegasan tersebut disampaikan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif di tengah gempuran isu negatif yang beredar di ruang digital. Penyebaran isu kerusuhan dinilai sengaja dirancang oleh pihak tertentu untuk menciptakan keresahan.
"Jadi sekali lagi ya, jangan mudah terprovokasi dengan media-media sosial yang notabenenya itu diluncurkan atau dikeluarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ya," kata Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.