Bappenas Nilai Program Pangan Imipas Dukung Target Pembangunan Nasional

Share

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai program ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) berkontribusi langsung terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada Selasa (23/6/2026).

Penilaian tersebut dilansir dari Detikcom melalui kesesuaian program dengan indikator pembangunan, mulai dari indeks ketahanan pangan hingga indeks kesejahteraan petani. Struktur capaian ini ditargetkan terealisasi sepenuhnya pada akhir tahun 2029 mendatang.

Direktur Pangan dan Pertanian Bapennas, Jarot Indarto menjelaskan bahwa indikator-indikator di dalam RPJMN merupakan sasaran krusial yang harus dipenuhi oleh seluruh pihak terkait.

"Struktur dari swasembada pangan di dalam RPJMN kita ada beberapa indikator yang kita tuangkan, indikator yang harus kita capai sampai dengan akhir tahun 2029, ada indikator indeks ketahanan pangan sampai dengan indeks kesejahteraan petani yang paling akhir, ini merupakan indikator pembangunan nasional yang perlu dicapai," kata Direktur Pangan dan Pertanian Bapennas, Jarot Indarto.

Pihak Bappenas juga mendorong adanya sinkronisasi yang lebih kuat antara hasil produksi pangan di lahan pemasyarakatan dengan target pemenuhan gizi nasional.

"Apa kaitannya dengan Bapak/Ibu? Akan sangat baik mengaitkan apa yang dilaksanakan Imipas untuk memberikan kontribusi ke dalam indikator nasional itu, bagaimana keterkaitan kuat produksi di lahan masing-masing, dengan indeks ketahanan pangan misalnya dengan pola pangan harapan, baik ketersediaan maupun konsumsi dan sebagainya," imbuh Jarot Indarto.

Sinergi ini dipandang mampu memperkokoh legitimasi program kerja yang dijalankan oleh jajaran Kemenimipas.

"Sehingga konteksnya akan lebih kuat bahwa yang kita lakukan adalah dalam rangka mendukung penuh dan kontribusi nyata terhadap rencana pembangunan jangka menengah nasional," ucap Jarot Indarto.

Kendati demikian, Bappenas memberikan rekomendasi agar Kemenimipas menitikberatkan fokus pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di samping pemanfaatan lahan potensial.

"Kami ada beberapa catatan, intinya adalah mungkin narasi besarnya bahwa kegiatan ini dalam rangka memperkuat tugas dan fungsi utama dari Imipas, apa yang bisa kita fokuskan? Kami usulkan ada beberapa, pertama di SDM, terkait SDA, lahan merupakan sumber daya sangat potensial dikembangkan di Imipas," ucap Jarot Indarto.

Peningkatan aspek SDM ini mencakup stabilitas psikologis warga binaan yang dinilai krusial untuk mempersiapkan masa depan mereka setelah menyelesaikan masa tahanan.

"Aktivitas pertanian bisa memperbaiki psikologi warga binaan, sehingga warga nanti akan lebih mudah dilakukan pembinaan, dan mereka akan siap setelah mereka keluar," ucap Jarot Indarto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author