Banjir Terjang Kota Padang dan Hanyutkan Kendaraan Warga
Hujan deras berdurasi panjang memicu banjir besar yang menerjang pemukiman dan jalan utama di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Bencana ini sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan warga dan merendam tiga kecamatan setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Hujan dengan intensitas tinggi tersebut melanda wilayah Kota Padang sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB. Merespons genangan air yang terus meluas, tim gabungan BPBD Kota Padang mengerahkan perahu polietilen untuk mengevakuasi warga yang terjebak di pemukiman ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan keterangan terkait upaya penanganan darurat yang sedang berjalan di lapangan.
"Hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan air yang meluap ke kawasan permukiman warga serta ruas jalan utama di beberapa titik. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan BPBD Kota Padang bergerak menerjunkan perahu polietilen guna mengevakuasi warga ke lokasi aman," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Berdasarkan data BPBD Kota Padang, tiga kecamatan yang terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Wilayah yang terendam mencakup Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, Gunung Sarik, Kelurahan Aia Pacah, area belakang RSUD, Perumahan Green Mandiri, serta lima kelurahan di Bungus Teluk Kabung.
Laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa derasnya luapan air di ruas jalan sempat membawa kabur beberapa kendaraan bermotor milik warga. Hingga Selasa malam, hujan masih mengguyur sebagian wilayah dan genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut sepenuhnya.
Pihak BNPB memberikan imbauan khusus kepada seluruh masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana agar tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas.
"Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Sebelumnya, BMKG telah mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina. Fenomena meteorologi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan lebat di wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera bagian barat pada periode 3-5 Agustus.