Banjir Rendam Surabaya Akibat Kemarau Basah dan Proyek Drainase

Share

Puluhan titik di Kota Surabaya, Jawa Timur, terendam banjir setelah diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut pada Rabu (24/6/2026). Fenomena genangan air di tengah musim kemarau ini melanda sejumlah kawasan di wilayah timur, selatan, hingga barat Kota Pahlawan. Bencana ini memicu respons langsung dari pemerintah daerah setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat akibat banjir tersebut. "Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan," kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

Eri Cahyadi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi ini dipicu oleh fenomena alam tertentu. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sistem pertahanan air kota tidak mampu menampung debit yang datang tiba-tiba.

"Tadi katanya BMKG ono (ada) siklus ini (kemarau basah), ono, wis iku (ketetapan) Gusti Allah lah, alam lah," kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya. Selain faktor cuaca dari BMKG, hambatan aliran air juga dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan. Eri Cahyadi mengungkapkan banjir diperparah oleh proyek drainase dan gorong-gorong di berbagai wilayah Surabaya yang mengharuskan penutupan saluran secara sementara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author