Banjir Merendam Pemukiman Warga di Bolano Lambunu Parigi Moutong
Hujan berintensitas tinggi memicu luapan air sungai yang merendam pemukiman warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Selasa (19/5/2026) pukul 15.10 WITA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat sebanyak 58 kepala keluarga (KK) terdampak oleh bencana hidrometeorologi tersebut. Dampak banjir ini tersebar di empat wilayah, meliputi Dusun II sebanyak 13 KK, Dusun III sebanyak 26 KK, Dusun IV sebanyak 17 KK, dan Dusun VI sebanyak 2 KK.
"Dari laporan diterima empat dusun di Desa Gunung Sari terdampak banjir," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rifai di Parigi, Selasa (19/5).
Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) badan kebencanaan setempat masih bersiaga di lapangan untuk melakukan proses penilaian dampak kedaruratan secara mendalam.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih melakukan asesmen, data sementara tidak ada warga mengungsi," ujarnya.
Kondisi mutakhir di lokasi kejadian menunjukkan bahwa genangan air di area pemukiman berangsur-angsur surut, serta belum ditemukan kerusakan pada bangunan rumah penduduk maupun laporan korban jiwa.
"Meski terjadi genangan, warga tetap beraktivitas. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Adapun fasilitas umum terdampak yakni jalan usaha tani terendam banjir," tuturnya.
Berdasarkan hasil kaji cepat petugas, infrastruktur aliran sungai di wilayah tersebut mengalami pendangkalan sehingga membutuhkan penanganan segera berupa normalisasi menggunakan satu unit alat berat. Langkah prioritas saat ini difokuskan pada pemenuhan logistik kedaruratan untuk memastikan kondisi warga tetap aman.
"Parigi Moutong salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor," ucap dia.
Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan, seperti di sekitar bantaran sungai maupun lereng gunung, diminta meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi cuaca ekstrem berupa hujan lebat berdurasi panjang.
"Bila terjadi banjir segera cari tempat yang aman atau berlindung ke dataran lebih tinggi," kata dia lagi.