Banjir Ekstrem di Chiba Jepang Menewaskan 10 Orang
Jumlah korban tewas akibat banjir dan hujan ekstrem yang melanda Prefektur Chiba, Jepang, melonjak menjadi 10 orang pada Selasa (18/8/2026). Penambahan korban jiwa terkonfirmasi setelah seorang pria berusia 30-an tahun ditemukan meninggal dunia akibat keracunan karbon monoksida saat menggunakan generator di rumahnya di Kota Chiba ketika terjadi pemadaman listrik.
Hujan lebat yang memecahkan rekor ini memicu banjir besar yang memicu penumpukan ribuan kendaraan yang ditinggalkan di jalanan kota. Seperti dilansir dari Detikcom via NHK, Pemerintah Kota Chiba melaporkan sekitar 2.500 kendaraan ditinggalkan oleh pemiliknya setelah terendam air, dan proses pemindahan terus berjalan.
Formasi awan hujan lebat mulai terbentuk di prefektur tersebut sejak Kamis (13/8/2026) malam dan membawa curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam rentang waktu setengah hari saja, Kota Chiba mencatat curah hujan hingga tiga kali lipat dari rata-rata bulanan pada bulan Agustus.
Dampak bencana cuaca ekstrem ini merusak infrastruktur pemukiman warga secara meluas di wilayah tersebut. Pejabat prefektur melaporkan dua rumah hancur total, 11 rumah mengalami kerusakan parah atau setengah hancur, serta 29 bangunan mengalami kerusakan sebagian, dengan total hampir 1.500 rumah terdampak banjir.
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 13.30 waktu setempat, otoritas terkait mencatat sebanyak 101 warga masih bertahan di tempat penampungan evakuasi yang disediakan pemerintah daerah. Sementara itu, ditemukannya sekitar 2.500 kendaraan yang ditinggalkan di jalan-jalan kota teridentifikasi sejak Sabtu (15/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026).
Dari total kendaraan tersebut, sekitar 2.000 unit berada di bahu jalan dan 500 unit sisanya sempat menghambat arus lalu lintas sebelum pejabat setempat memindahkan sekitar 300 kendaraan ke bahu jalan. Empat hari setelah hujan lebat berhenti, warga setempat masih berfokus membersihkan kediaman mereka dan memindahkan mobil yang terendam.