Banjir China Lepaskan Ratusan Ular, Warga Hengzhou Hadapi Ancaman Gigitan

Share

Banjir besar yang terjadi akibat jebolnya tanggul waduk Liulan di Hengzhou, China, akibat Topan Maysak menyebarkan ancaman baru bagi warga sekitar. Sekitar 800-900 ekor ular termasuk kobra dan tikus raja terlepas dari peternakan yang hancur di desa Dengxu, menurut laporan Detik iNET.

Banjir menghancurkan peternakan ular di hilir desa Dengxu, menyebabkan ratusan ular yang dilepas berkeliaran. Dua warga desa mengalami gigitan ular, termasuk seorang wanita yang meninggal setelah digigit kobra dan tidak memperoleh antivenom tepat waktu karena akses jalan terputus.

Seorang lansia bermarga Qin juga sempat digigit ular, namun berhasil selamat setelah mendapatkan perawatan medis dan antivenom. Pihak desa segera membentuk patroli khusus dan melibatkan regu penangkap ular serta sukarelawan untuk mengurangi risiko.

Warga diberi imbauan untuk menghindari aktivitas di luar rumah terutama pada malam hari dan menjauhi area berumput, parit, dan genangan air yang menjadi tempat persembunyian ular.

Salah satu sukarelawan yang menonjol adalah Chen Peixin, pria 33 tahun yang berasal dari Zhangzhou dan memiliki lebih dari 600.000 pengikut di media sosial. Ia rela menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer ke Hengzhou untuk membantu menangkap ular.

"Ular tidak semengerikan yang dibayangkan banyak orang," ujar Chen, yang menghabiskan sekitar dua minggu di sana dengan menangkap rata-rata 20 ular per hari, termasuk kobra besar seberat 2,5 kilogram.

Chen menjelaskan bahwa sebagian ular yang selamat dari banjir memilih bersembunyi untuk bertahan dan hanya menyerang jika merasa terancam. Meskipun pernah mengalami infeksi akibat luka tusukan saat menangkap ular, ia kembali ke medan tugas setelah pemulihan.

"Sarung tangan membuat licin terkena lumpur dan mengganggu kepekaan tangan," tambahnya, menjelaskan mengapa ia memilih menangkap ular dengan tangan kosong untuk kecepatan dan ketepatan.

Selama misi di Hengzhou, Chen hanya sekali digigit ular yang tidak berbisa dan berhasil mengamankan puluhan ular di berbagai lokasi, termasuk di sebuah sekolah. Ia menilai waspada dan tenang adalah kunci utama saat menghadapi ular.

Sebelum pulang, Chen melakukan siaran langsung dan menerima sambutan hangat dari warga yang memberinya hadiah serta spanduk ucapan terima kasih, menunjukkan apresiasi masyarakat setempat atas bantuannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: banjir Hengzhou Topan Maysak ular
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author