Banjir Bandang Terjang Agam Sumbar Akibat Hujan Deras
Banjir bandang menerjang pemukiman warga di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB akibat dipicu oleh hujan deras. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, bencana alam di tengah musim kemarau ini mengakibatkan aliran air berwarna cokelat meluap dan masuk ke rumah-rumah warga setempat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa luapan air dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang disertai dengan pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo. Beruntung, genangan air dilaporkan sudah berangsur surut pada Minggu dini hari.
Dampak dari musibah tersebut mencakup 90 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terendam luapan sungai. Sebanyak 450 warga sempat dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sebelum akhirnya kembali ke tempat tinggal masing-masing setelah kondisi air mulai turun.
"Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Agam," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).
Pihak berwenang mengonfirmasi situasi di lapangan berangsur normal menjelang dini hari karena banjir mulai surut, sehingga sebagian besar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali.
"Ketika kejadian, sebanyak 450 warga mengungsi sementara waktu. Menjelang dini hari banjir dilaporkan berangsur surut dan sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing," jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Selain penanganan banjir, aparat terkait mengingatkan warga mengenai potensi bencana alam lainnya yang bisa melanda kawasan tersebut secara tiba-tiba.
"BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG," ucap Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.