oleh

Bang Ipul: Petani Jagung Harus Jadi Tuan di Tanah Sendiri

SUKADANA – Komitmen pasangan Zaiful Bokhari -Sudibyo untuk mensejahterakan rakyat Lampung Timur patut diacungi jempol.

Usai kampanye pertamanya di Kecamatan Bandarsribawono, Calon Bupati Lampung Timur nomor urut 2 Zaiful Bokhari mengungkapkan peningkatan budidaya pertanian menjadi janji kampanyenya saat ini. Salah satunya komoditas jagung.

Karena itu, ia berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan berlandaskan kedaulatan dan kemandirian di sector jagung.

Ya, dari data yang dihimpun Publika.id, produksi jagung Kabupaten Lampung Timur terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2020 saja, produksinya pun hampir mencapai 1 juta ton yakni 963,909 ton.

Baca Juga  Bang Ipul: Saatnya UMKM Lamtim Go International!

Sejumlah kecamatan yang menjadi sentra jagung Lampung Timur adalah Metrokibang. Dijelaskannya, potensi komiditi jagung di Lampung Timur cukup menjanjikan.

“Saat ini, produktivitas jagung di Lampung Timur mencapai 5,6 ton per hektar dengan luas  areal tanam  mencapai 170.020 hektare. Ini tentu didorong oleh peningkatan teknologi agar produksinya meningkat,” terangnya.

Bukan hanya peningkatan produksi, stabilitas harga jual jagung di tingkat petani juga menjadi perhatian serius.

Baca Juga  Subhanallah, Insentif untuk Marbot Masjid dan Guru Ngaji Jadi Komitmen Paslon Zaiful-Dibyo

Pasangan Zaiful-Sudibyo berjanji akan meningkatkan kualitas produksi pertanian agar kemudian nilai tawar petani jagung semakin baik.

“Saat ini, petani mengeluhkan rendahnya harga hasil panen jagung  yang hanya  Rp3 ribu per kilogram. Karena itu, perlu dorongan dari kita untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan harga jual jagung,” ungkapnya.

Zaiful juga memaparkan visi misi pasangan nomor urut dua adalah meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga  Kini Giliran Riza Patria Pertanyakan Penempatan Dana Investasi BP Jamsostek

Selain mendorong kualitas produksi, pihaknya pun akan mendorong terjadinya jalinan koordinasi dengan perbankan untuk membantu permodalan petani.

”Dengan begitu, nilai tawar petani jagung kita semakin hebat. Petani jagung Lampung Timur harus jadi tuan di tanah sendiri,” tandasnya.

“Semua upaya yang kita lakukan merupakan wujud komitmen kehadiran pemerintah membantu masyarakat, khususnya petani,” tandasnya. (man/tul)

Baca Juga