Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Pesawat Jet Mulai Agustus 2026
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengoptimalkan persiapan operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk kembali melayani penerbangan pesawat jet komersial mulai 17 Agustus 2026, seperti dilansir dari Detik Travel pada Minggu (19/7/2026).
Langkah reaktivasi ini diperkuat oleh pengajuan resmi dari enam maskapai penerbangan yang siap membuka berbagai rute domestik dan internasional dari serta menuju Bandung. Maskapai tersebut meliputi Citilink, Super Air Jet, Garuda Indonesia, Transnusa, Scoot, dan Wings Air.
Pihak pengelola bandara memastikan bahwa seluruh pemenuhan aspek fasilitas keselamatan, keamanan, serta infrastruktur di sisi udara terus dikebut agar sesuai dengan standar regulasi yang berlaku.
"Koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim.
Manajemen kini berfokus pada kesiapan operasional yang mengacu pada ketetapan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Penyelenggaraan aspek keselamatan ditunjang oleh penyediaan kendaraan siaga Foam Tender serta fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.
"Sementara itu di sisi udara, dilakukan pekerjaan untuk peningkatan daya dukung runway, taxiway dan apron," ujar Arie.
Kementerian Perhubungan sendiri telah merancang dua skenario utama untuk memastikan proses pemulihan operasional armada jet ini berjalan aman dan tertib.
"Kami telah menyiapkan dua skenario. Skenario pertama ditargetkan mulai melayani pesawat jet pada 17 Agustus 2026, sedangkan skenario kedua ditargetkan mencapai operasional penuh pada 17 September 2026," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangan di Jakarta, Minggu (12/7).
Kemenhub telah menyelesaikan kajian operasional dan penilaian keselamatan sebagai pijakan legal reaktivasi. Skenario pertama akan menitikberatkan pada operasi minimal dan penerbangan bisnis, sedangkan skenario kedua memproyeksikan pelayanan jet sekelas Boeing 737-800 dan Airbus A320 menggunakan sistem manajemen slot.
"Seluruh proses tersebut harus tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil," ujar Lukman.
Guna efisiensi anggaran, kebutuhan armada pemadam kebakaran dipenuhi melalui mobilisasi kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dari Bandar Udara Kertajati setelah operasional pemulangan jemaah haji rampung.