Bandara Husein Sastranegara Kantongi Sertifikat Operasional Jet Narrow Body

Share

Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan Sertifikat Bandar Udara Nomor 005.1/SBU/VII/2026 bagi PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara pada Selasa, 28 Juli 2026. Sertifikat ini memastikan kesiapan bandara melayani pesawat jet berbadan sedang sekelas Boeing 737-800.

Penerbitan izin operasional tersebut mengonfirmasi bahwa fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Bandara Husein Sastranegara telah memenuhi standar Kategori 7. Langkah ini melengkapi serangkaian persiapan reaktivasi penerbangan domestik dan internasional yang dijadwalkan mulai Agustus 2026.

InJourney Airports berfokus pada pemenuhan aspek operasional, fasilitas, dan sumber daya manusia sesuai acuan Ditjen Perhubungan Udara. Perbaikan meliputi pembenahan landasan pacu, taxiway, dan apron, serta peningkatan kapasitas PKP-PK dari kategori 5 ke kategori 7.

Transformasi bandara juga dijalankan melalui tiga pilar, yakni Premises, People, dan Process. Renovasi terminal penumpang mengusung konsep modern berpadu kearifan lokal Jawa Barat, lengkap dengan fasilitas umum baru seperti area tempat kerja bersama.

"Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, TNI AU, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bandung, dan seluruh pihak atas dukungan yang diberikan kepada InJourney Airports dalam melakukan berbagai persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara," kata Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia Arie Ahsanurrohim.

Upaya beautifikasi juga mencakup penataan fasad bangunan terminal, instalasi taman, hingga pemenuhan SDM serta kelancaran proses naik-turun penumpang. Pihaknya optimistis operasional penerbangan angkutan udara niaga berjadwal maupun tidak berjadwal dapat berjalan sesuai jadwal.

"Pada pilar Premises untuk fasilitas berfokus pada customer experience, kami melakukan renovasi dan beautifikasi terminal penumpang dengan konsep modern dan mengedepankan perpaduan kearifan budaya Jawa Barat," ujar Arie Ahsanurrohim.

Dari sisi infrastruktur penunjang di luar bandara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau kesiapan akses jalan, sistem drainase, dan penerangan jalan umum. Pemkot Bandung menargetkan seluruh perbaikan akses utama seperti Jalan Abdulrahman Saleh dan Jalan Pajajaran selesai sebelum 17 Agustus 2026.

"Kemarin pagi saya meninjau persiapan infrastruktur di luar Husein. Saya masih belum happy," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Pemerintah Kota Bandung terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan TNI Angkatan Udara selaku pemilik kawasan untuk memastikan penataan area parkir dan aksesibilitas berjalan optimal.

"Saya akan memanggil lagi Dinas Sumber Daya Alam Bina Marga (DSDABM) dan DPKP untuk melakukan beberapa perbaikan. Mudah-mudahan bisa lebih baik dalam beberapa waktu ke depan," jelas Muhammad Farhan.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung mengonfirmasi pengaspalan ulang dan pembenahan drainase di sekitar area bandara terus dikerjakan secara kolaboratif bersama instansi terkait.

"Menurut target, sebelum 17 Agustus semuanya harus sudah beres. Kita mah pokoknya menyiapkan jalan, membuat trotoar, membuat lampu. Parkir ditangani oleh Lanud Husein," tandas Muhammad Farhan.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menegaskan reaktivasi penerbangan di Kota Bandung akan dibarengi dengan penataan transportasi darat dan peremajaan angkutan kota berbasis kendaraan listrik. Pembagian peran penerbangan juga telah disepakati dengan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka.

"Kita ingin sopir menjadi pemilik kendaraan. Pemerintah sedang memikirkan skema pembiayaan tanpa uang muka (DP) sehingga kesejahteraan mereka tumbuh. Jika sopir bertindak sekaligus sebagai pemilik yang mencicil dan merawat kendaraannya, mereka akan jauh lebih tertib dibandingkan jika hanya sekadar menyetor," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa keberhasilan sistem transportasi terpadu membutuhkan pembenahan fasilitas publik dan penyesuaian budaya masyarakat urban.

"Transportasi modern itu bukan hanya kendaraannya yang bagus, tetapi perilaku masyarakatnya juga harus berubah dan layanan kotanya ikut modern," ungkap Dedi Mulyadi.

Pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara dipastikan tidak akan mengganggu fungsi Bandara Kertajati yang tetap difokuskan sebagai pusat layanan penerbangan religi.

"Nanti biar tidak menjadi salah persepsi. Untuk kegiatan penerbangan Haji dan Umrah, tetap menggunakan Bandara Kertajati," tutup Dedi Mulyadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author