Bandara Charleroi Tutup 3 Bulan pada 2028 untuk Renovasi

Share

Penghentian seluruh operasional penerbangan akan diberlakukan di Bandara Brussels South Charleroi, Belgia, selama hampir tiga bulan pada 2028. Langkah ini diambil untuk mendukung renovasi total landasan pacu dan modernisasi sejumlah fasilitas.

Seperti dilansir dari Detik Travel, bandara tersibuk kedua di Belgia tersebut dijadwalkan tutup mulai 15 Agustus hingga 31 Oktober 2028. Penutupan selama 11 pekan bertujuan agar pengerjaan proyek dapat diselesaikan secara efektif dalam durasi lebih singkat.

Pihak pengelola bandara menjelaskan bahwa pembenahan bakal difokuskan pada satu-satunya landasan pacu yang sudah dipakai sekitar 25 tahun. Proyek ini berjalan berbarengan dengan modernisasi infrastruktur lain di bawah pengelolaan SOWAER.

"Renovasi menyeluruh terhadap satu-satunya landasan pacu Bandara Charleroi yang memiliki usia pakai sekitar 25 tahun, bersama sejumlah proyek modernisasi infrastruktur utama lainnya, dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2028," demikian keterangan pengelola bandara, seperti dilansir dari Express, Jumat (30/7/2026).

Pengelola bandara memadukan seluruh pengerjaan agar masa penutupan tidak berlangsung lebih lama. Koordinasi bersama maskapai, otoritas penerbangan, dan pihak terkait terus dilakukan guna menekan dampak terhadap operasional penumpang.

Berdasarkan data kantor statistik Belgia, Statbel, tercatat 11,2 juta penumpang memanfaatkan layanan Bandara Charleroi sepanjang 2025. Akibat penghentian sementara ini, lebih dari dua juta penumpang diproyeksikan terkena dampaknya.

Media Belgia, RTBF, mengabarkan bahwa proyek perbaikan tersebut menelan anggaran sekitar 50 juta euro. Nilai investasi itu dianggap krusial demi menjamin kualitas infrastruktur bandara untuk jangka panjang.

"Investasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan, meningkatkan kinerja operasional, serta menjaga daya tarik Bandara Charleroi dalam jangka panjang," kata pengelola bandara.

Rencana penutupan ini memicu kekhawatiran dari pihak serikat pekerja. Perwakilan SETCa, Alain Goelens, mempertanyakan kepastian rute serta nasib para karyawan yang terancam dirumahkan sementara.

"Apa jaminannya semua rute penerbangan akan kembali setelah bandara dibuka lagi? Bagaimana dengan gaji karyawan yang harus dirumahkan sementara? Meski serikat pekerja telah menyampaikan berbagai pertanyaan, hingga kini masih banyak ketidakpastian," ujar Goelens.

Merespons kekhawatiran tersebut, Menteri Bandara Wilayah Walloon, Cecile Neven, menyebutkan bahwa persiapan proyek sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. SOWAER dan pengelola Bandara Charleroi telah mengkaji skema renovasi sebelum menyepakatinya pada November 2024.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author