Bambang Soesatyo Buka Lomba Senjata Api PERIKHSA 2026 di Yogyakarta

Share

Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA) Bambang Soesatyo membuka Lomba Asah Keterampilan Senjata Api Beladiri PERIKHSA ke-5 Tahun 2026 di Adisutjipto Shooting Range, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (18/7/2026).

Acara tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus PERIKHSA Provinsi Jawa Tengah, Banten, dan Jambi oleh pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Peningkatan kompetensi, kedisiplinan, integritas, dan kepatuhan hukum ditegaskan harus selalu mengiringi kepemilikan izin khusus senjata api untuk bela diri. Langkah pembinaan melalui latihan terukur, berkelanjutan, serta berlandaskan etika dinilai menjadi kebutuhan nyata di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan pribadi.

"Ajang Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA tidak hanya menguji ketepatan mengenai sasaran. Di balik setiap tembakan terdapat pelajaran tentang disiplin, konsentrasi, kesabaran, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Seorang pemegang izin senjata api bela diri yang baik harus memahami bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, sedangkan etika menjadi fondasi dalam setiap penggunaan senjata api.

Jadi, jangan mentang-mentang punya senjata api lalu merasa jagoan. Itu haram hukumnya," ujar Bamsoet.

Penyelenggaraan kompetensi ke-5 ini disebut memiliki makna penting sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan bagi anggota yang telah mengantongi izin kepemilikan resmi sesuai perundang-undangan. Organisasi olahraga menembak dan komunitas pemilik senjata legal di berbagai negara pun rutin menggelar pelatihan serupa untuk meminimalkan risiko kesalahan penggunaan.

"Olahraga menembak mengajarkan bahwa tangan yang tenang lahir dari pikiran yang jernih, sedangkan keputusan yang tepat lahir dari kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sehingga setiap anggota PERIKHSA mampu menjadi teladan dalam memegang, membawa, maupun menggunakan senjata api secara bertanggung jawab," kata Bamsoet.

Di sisi lain, perkembangan teknologi peralatan menembak beserta dinamika ancaman keamanan menuntut adanya peningkatan kompetensi yang konsisten dari para pemilik senjata. Apalagi Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF) terus memperbarui standar keselamatan, teknik, dan prosedur penanganan senjata api.

"Kemampuan menembak tidak diukur dari seberapa sering seseorang memegang senjata api, melainkan dari seberapa disiplin ia mematuhi prosedur keselamatan. Semakin tinggi kemampuan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral dan hukum yang melekat pada dirinya," tutur Bamsoet.

Perluasan struktur organisasi ke daerah melalui pelantikan tiga pengurus provinsi baru diharapkan dapat memperkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum, TNI, Perbakin, dan instansi terkait. Jaringan yang semakin luas ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, sertifikasi, latihan berkala, hingga pengawasan internal anggota.

"PERIKHSA akan terus menjadi organisasi yang mengedepankan profesionalisme, keselamatan, kepatuhan terhadap hukum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Senjata api bukan simbol kekuatan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan integritas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi demi keselamatan diri sendiri maupun masyarakat," pungkas Bamsoet.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author