Balai Taman Nasional Beri Sanksi Pendaki Nekat Panjat Tugu Merbabu
Dua pendaki yang memanjat tugu di puncak Triangulasi Gunung Merbabu mendapat sanksi dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) setelah aksi mereka viral di media sosial pada Minggu, 26 Juli 2026, dilansir dari Detik Travel.
Unggahan dari akun Instagram @pesona_gunung19 menampilkan foto seorang pendaki yang naik ke tugu tersebut, memicu reaksi publik dengan lebih dari 10.500 likes dan 1.576 kali dibagikan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGMb, Nurpana Sulaksono, menyatakan bahwa petugas Resor Selo berhasil mengidentifikasi kedua pendaki dan memanggil mereka untuk dimintai keterangannya pada Rabu, 29 Juli 2026.
"Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menindaklanjuti beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dua pendaki menaiki Tugu Triangulasi di puncak Gunung Merbabu pada Minggu, 26 Juli 2026. Setelah dilakukan penelusuran, petugas Resor Selo berhasil mengidentifikasi kedua pendaki itu," ujar Nurpana.
Kedua pendaki tersebut bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya, serta menyatakan penyesalan atas tindakan tersebut.
"Dalam proses pemeriksaan tersebut, keduanya bersikap kooperatif, mengakui telah menaiki Tugu Triangulasi, serta menyatakan penyesalan atas perbuatannya," kata Nurpana.
BTNGMb memberikan sanksi pembinaan berupa kewajiban menghapus seluruh dokumentasi pelanggaran dan membuat video permintaan maaf terbuka yang akan diunggah di media sosial masing-masing.
"Sebagai tindak lanjut pembinaan, kedua pendaki diwajibkan menghapus seluruh dokumentasi pelanggaran, membuat video permintaan maaf terbuka untuk diunggah pada akun media sosial masing-masing. Serta bersedia menerima sanksi yang lebih berat apabila mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari," jelas Nurpana.
Nurpana menegaskan bahwa Tugu Triangulasi adalah fasilitas kawasan yang harus dijaga keberadaannya, mengajak pengunjung untuk menghormati fasilitas dan mematuhi aturan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.
"Pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap alam dan fasilitas yang ada. Kami mengajak seluruh pendaki untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi merusak fasilitas maupun membahayakan diri sendiri demi konten di media sosial," tegasnya.
BTNGMb juga mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran di kawasan, menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam pengawasan dan perlindungan konservasi.
Pihak BTNGMb mengimbau seluruh pendaki agar selalu mematuhi peraturan pendakian dan menjaga etika selama berada di kawasan konservasi demi pelestarian bersama.
"Pelestarian Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap pendaki diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan dengan berperilaku bijak, bertanggung jawab, dan menghormati aturan yang berlaku," tutup Nurpana.