Bahlil Lahadalia Tuai Kritik Akibat Kelakar Fasilitas Mewah Pejabat

Share

Pernyataan Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengenai urgensi menjadi viral bagi pejabat publik memicu kritikan tajam pada Jumat, 22 Mei 2026. Ucapan tersebut dinilai mengabaikan etika komunikasi politik di ruang digital.

Kritik tersebut mengemuka setelah Bahlil melontarkan candaan kepada Gubernur Kalimantan Timur dalam sebuah momen yang kemudian tersebar luas di media sosial. Kelakar itu disampaikan untuk menanggapi kontroversi pengadaan mobil dinas mewah yang bernilai miliaran rupiah.

"Kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top." ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

Sikap tersebut dinilai memperlihatkan pergeseran paradigma dalam etika komunikasi pejabat publik, saat akuntabilitas politik tergeser oleh obsesi terhadap popularitas digital. Tanggapan yang awalnya dianggap sebagai candaan panggung itu dinilai mengabaikan esensi pengawasan masyarakat terhadap anggaran negara.

Dilansir dari pdiperjuanganbali.id, analisis mengenai dampak pernyataan ini dirilis oleh satujuang.com melalui artikel opini mahasiswa Universitas Bengkulu, Syifa Unnafsiah. Tulisan tersebut menjabarkan tiga prinsip dasar etika komunikasi publik yang dilanggar, yaitu ketiadaan empati komunikasi, dekadensi tanggung jawab moral, serta bahaya teatrikalisasi politik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author