by

Azis Syamsuddin Minta TNI-Polri Lebih Tegas Milihat Teror KKB

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta aparat keamanan lebih tegas dalam menindak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terus mengganggu kehidupan masyarakat Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pascapenembakan dua guru di wilayah itu.

Tindak tegas secara terukur dibutuhkan, untuk mengembalikan kondisi normal kawasan setempat, yang terus menjadi hantaman teror KKB. “Silahkan evakuasi dilakukan. Tapi tindakan tegas terhadap KKB ini ada bukti bahwa kita juga memiliki batas kesabaran, jangan kalah, jangan didiamkan!” tandas Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/4/2021).

Melihat fakta yang terjadi, Azis prihatun dengan kondisi pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan yang belum juga normal. Masyarakat terus saja masih dihantui dengan teror kelompok KKB. “Evakuasi nomor satau. Tindakan tegas penting. KKB ini sudah seperti teroris, mengancam jiwa dan psikologis warga. Tindakan kekerasan dengan alasan apa pun yang dilakukan oleh KKB terhadap para guru, merupakan tindakan yang salah,” timpal Azis.

Apalagi, kata dia, korbannya adalah tenaga pengajar yang berjuang untuk mencerdaskan anak-anak putra Papua di Beoga, Kabupaten Puncak yang merupakan generasi penerus bangsa. “Saya meminta kepada Polri sebagai mitra kami untuk memperkuat fungsi intelijen dalam mendeteksi kejadian serupa di Papua. Kejar dan tangkap pelaku teror ini hingga akarnya. Kita jangal juga kalah dengan mereka,” tandasnya.

Baca Juga  Jangan Terpancing Kelompok Sparatis, TNI-Polri Diminta Utamakan Keselamatan Warga

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini meminta, Pemerinta lebih tegas dalam memberangus KKB pasalnya hingga kini beluma terlihat wacana-wacana tanpa ada langkah konkrit yang dilakukan. Sehingga, kelompok-kelompok masyarakat Papua melakukan perlawanan. “Jangan sampa ada kesan, tidak ada kehendak dari Jakarta (Pemerintah) untuk menghentikan kekerasan yang terjadi. Mereka adalah saudara kita,” tegas Azis Syamsuddin.

Azis mengusulakan dua cara yang dapat diselesaikan kepada pemerintah untuk menyelesaikan kisruh tersebut. Pertama, melakukan pendekatan pada sisi kemanusiaan dengan berdiskusi terkait pembagian hasil alam. Selain itu, juga lebih menghargai kebudayaan masyarakat Papua yang masih menjadi pedoman kuat mereka.

Dan kedua, tidak menggunakan pendekatan militer dengan menarik personel TNI yang berada di Papua. Terkecual seperti situasi saat ini. “Tidak ada ruang bagi siapa pun yang bertindak menghilangkan nyawa orang di dunia ini. Lunak kita lakukan, tapi tegas terukur sangat penting,” jelasnya.

Azis Syamsuddin sepakat, munculnya pengendalian situasi dengan cara soft approach, merangkul tokoh-tokoh masyarakat yang disegani di Papua untuk berdialog kepada KKB agar tidak melakukan aksi kekerasan.

Baca Juga  Azis Syamsuddin Hadir Dalam Pelantikan BAPEDA di Samarinda

“Kalau soft approach sudah dilaksanakan, tapi seandainya soft approach tidak bisa dilaksanakan dan mereka melanggar hukum apalagi ada yang meninggal segala macam, kita harus bertindak tegas. Kita harus tegakkan hukum kepada siapa pun yang melanggar!” tegas Azis Syamsuddin. (ful)

Baca Juga  Mau Tempuh Jalur Konstitusi, Nitizen: Kirain Demo Lagi

Baca Juga