Azerbaijan Jadi Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day kembali digelar pada tanggal 5 Juni 2026. Agenda global tahunan yang berada di bawah naungan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) ini mengusung tema "Climate action" untuk memfokuskan perhatian pada perubahan iklim dunia.
Kampanye global dari UNEP tersebut mengajak seluruh masyarakat dunia untuk bergerak aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga bumi. Seperti dilansir dari Detikcom, Republik Azerbaijan terpilih menjadi tuan rumah pusat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berpusat di kota Baku.
Selain acara utama di Baku, serangkaian kampanye kreatif dan aksi lingkungan juga diselenggarakan secara serentak di berbagai benua. Langkah ini mencakup gerakan di komunitas lokal, ruang publik, hingga kampanye digital di layar kaca dan media sosial.
Azerbaijan dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah karena posisinya yang strategis di sepanjang Jalur Sutra, yang mempertemukan wilayah Timur dan Barat. Lanskap geografis negara ini mencakup dua zona iklim utama, yaitu subtropis dan sedang.
Kondisi geografis tersebut membuat Azerbaijan memiliki delapan jenis iklim yang berbeda. Variasi iklim ini mendukung kelestarian ekosistem yang beragam, mulai dari kawasan hutan subtropis hingga wilayah pegunungan tinggi yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Target dan Komitmen Lingkungan Tuan Rumah
Sebagai salah satu negara yang meratifikasi Perjanjian Paris, Azerbaijan menetapkan target untuk memangkas emisi karbon hingga 40 persen pada tahun 2035, dihitung dari tingkat emisi tahun 1990. Negara ini juga menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga mencapai 30 persen pada tahun 2030.
Sejumlah proyek energi bersih skala besar kini tengah berjalan di negara tersebut. Di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Garadagh berkapasitas 230 MW dan Ladang Angin Khizi-Absheron dengan kapasitas 240 MW, ditambah proyek baru berkapasitas di atas 1 GW yang sedang dikembangkan.
Inovasi Kota Pintar dan Pengelolaan Limbah
Konsep keberlanjutan wilayah perkotaan di kota Baku kini terus ditingkatkan melalui pengoperasian armada bus modern rendah emisi dan bebas emisi. Pemerintah setempat juga memperluas infrastruktur kendaraan listrik (EV) serta menerapkan solusi kota pintar (smart city).
Kawasan Garabagh dan Zangezur Timur sedang ditransformasikan menjadi zona bebas emisi atau "nol emisi". Wilayah ini memadukan pemanfaatan energi terbarukan, program restorasi ekosistem, serta pelaksanaan pembangunan pasca-konflik.
Sektor pertanian di daerah rawan kekeringan turut diperkuat melalui modernisasi tata kelola air yang tahan terhadap perubahan iklim. Selain itu, kebijakan pengurangan limbah plastik di Azerbaijan telah diperketat melalui Rencana Aksi yang diadopsi sejak tahun 2019.
Melalui langkah reformasi hukum terbaru, pemerintah Azerbaijan memberlakukan larangan terhadap aktivitas impor, produksi, serta penjualan kantong plastik sekali pakai kepada konsumen. Aturan ini juga berlaku untuk kantong polietilen dengan ketebalan di bawah 15 mikron di seluruh sektor perdagangan, layanan katering umum, dan fasilitas pelayanan lainnya.