Ayden Victory Haoken Lanjutkan Studi di Universitas Harvard
Nama Ayden Victory Haoken menjadi sorotan publik setelah diperkenalkan sebagai salah satu peserta dalam ajang Clash of Champions season 3. Mahasiswa asal Indonesia tersebut dikenal sebagai penerima beasiswa di universitas terkemuka dunia, seperti dilansir dari Detikcom. Sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi, Ayden menempuh pendidikan di SMA Sinarmas World Academy (SWA) yang berlokasi di Tangerang, Banten.
Selama di sekolah tersebut, ia mengikuti kurikulum internasional atau International Baccalaureate (IB). Kurikulum IB dirancang khusus guna melatih pemikiran kritis, kemampuan riset, sekaligus memperluas cara pandang global siswa. Di samping itu, Ayden juga menyelesaikan program IGCSE yang menjadi kualifikasi akademik global bagi pelajar usia 14 sampai 16 tahun untuk mendaftar ke universitas dunia.
"Menekuni IGCSE mengajariku harus disiplin dan mengatur waktu. Menurutku Kurikulum IB juga membantuku untuk tidak cuma focus pada tugas akademik, tapi juga membangun hal-hal yang akan membantu kehidupan ke depannya," jelas Ayden seperti dikutip dari unggahan Instagram @swa_jkt Senin (6/7/2026).
Ayden teratat telah mengumpulkan berbagai pencapaian di tingkat global sejak masih duduk di bangku SMA. Pada tahun 2024, dirinya terpilih sebagai Pemenang Global Rise setelah menciptakan Sistem Pengisian Zenith, sebuah kendaraan pertanian berbasis tenaga surya untuk energi terbarukan. Ia juga sukses membawa pulang penghargaan Makalah Penelitian STEM Terbaik dari Universitas Tokyo. Prestasi lainnya meliputi Penghargaan Desain Industri FRC untuk bidang robotika yang didukung oleh perusahaan General Motors.
Kemampuan kepemimpinan Ayden turut diasah melalui platform Realsify, sebuah sistem B2B untuk UMKM yang memanfaatkan API Google Analytics dalam memvalidasi ide bisnis. Pada tahun 2022, ia sempat menjalani program magang di University of Malaya, Malaysia, untuk meneliti teknik serta fotonika. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Ayden berhasil menerbitkan 3 makalah penelitian selama masa magang tersebut. Ia juga mendirikan TriRise Labs yang berfungsi sebagai sistem SaaS guna menyederhanakan proses distribusi produk fisik maupun digital.
Inovasi terbaru yang ia kembangkan adalah AngelFlows. Ini merupakan agensi penghasil prospek bisnis yang mengoptimalkan sistem periklanan serta mesin pembuatan konten.
Penawaran Beasiswa dari Berbagai Universitas Top Dunia
Kerja keras yang konsisten membawa lulusan SWA angkatan 2025 ini memperoleh beasiswa penuh serta dana hibah startup dari Universitas Harvard. Kampus legendaris ini dikenal memiliki tingkat seleksi yang sangat ketat di dunia.
Tidak hanya Harvard, Ayden juga mendapatkan tawaran beasiswa penuh dari Stanford University dan UC Berkeley. Surat penerimaan lain didapatkannya dari University of Pennsylvania (Wharton School), Purdue University, University of Washington (Seattle), UCLA, hingga UC San Diego. Ayden menilai kemampuan dalam menghubungkan istilah teknis dengan pemahaman sastra menjadi poin utama yang membuatnya tampak menonjol dibandingkan pendaftar lainnya. "Walaupun aku tidak menekuni itu di perkuliahan, tapi aku yakin itu bisa membantu menggambarkanmu sebagai seseorang," ungkapnya.
Pilihan akhir Ayden akhirnya jatuh pada Universitas Harvard. Di universitas tersebut, ia kini tengah menempuh pendidikan pada jurusan Applied Mathematics and Economics.