Pemerintah Australia Imbau Wisatawan Waspada Penjambretan di Bali
Pemerintah Australia melalui layanan Smartraveller mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berlibur di Bali karena maraknya aksi pencopetan dan penjambretan. Seruan ini muncul setelah adanya laporan peningkatan kasus perampasan barang berharga milik wisatawan asing di beberapa kawasan wisata populer, Selasa (7/7/2026).
Aksi kejahatan jalanan tersebut dilaporkan kerap terjadi di destinasi favorit turis seperti Canggu, Seminyak, Kuta, dan Uluwatu, seperti dilansir dari Detik Travel. Para pelaku umumnya mengendarai sepeda motor dan mengincar turis yang sedang berjalan kaki di area publik.
Seorang pemandu wisata sekaligus kreator konten asal Australia, Samantha, membagikan informasi mengenai situasi keamanan terkini di Pulau Dewata tersebut melalui sebuah unggahan video.
"Kalau kalian akan datang ke Bali dalam waktu dekat, ada satu hal yang perlu diperhatikan," ucap Samantha.
Pernyataan tersebut disampaikan Samantha untuk mengingatkan para pelancong agar lebih berhati-hati saat membawa barang elektronik maupun perhiasan.
"Bali adalah tempat favorit saya di dunia. Pulau ini menawarkan begitu banyak hal dan ada banyak alasan untuk mencintainya," ujarnya.
Meski sangat menyukai Bali, Samantha mengakui bahwa peningkatan kasus kriminalitas belakangan ini cukup mengkhawatirkan bagi para wisatawan asing.
"Saya secara pribadi mengenal dua orang yang kalungnya dijambret di Canggu. Kondisinya benar-benar sedang buruk. Banyak teman lokal saya juga sudah mengingatkan soal ini," jelas Samantha.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Samantha menyarankan turis untuk tidak memakai perhiasan mencolok dan menyimpan ponsel di posisi yang jauh dari sisi jalan raya.
Menanggapi situasi tersebut, pakar perjalanan dari Finder, Angus Kidman, turut memberikan rekomendasi perlindungan tambahan bagi warga Australia yang hendak bepergian.
"Asuransi perjalanan dapat memberikan perlindungan jika ponsel Anda dicuri. Pastikan polis yang dimiliki mencakup perlindungan tersebut, dan simpan detail polis di tempat lain, bukan hanya di ponsel," kata Kidman.
Pihak Smartraveller menambahkan bahwa aksi pencurian, perampokan, hingga penjambretan tas adakalanya disertai tindak kekerasan. Warga Australia diminta tetap waspada saat berada di pusat perbelanjaan, transportasi umum, lampu lalu lintas, kelab malam, hingga saat akses masuk dan keluar dari penginapan atau vila.