Atasi Air Liur Berlebihan saat Hamil dengan 7 Cara Ini
Perubahan selama masa kehamilan menuntut ibu hamil untuk terus beradaptasi. Salah satu kondisi yang sering memicu ketidaknyamanan adalah produksi air liur yang menjadi jauh lebih banyak dari biasanya.
Kondisi air liur berlebih ini dikenal dengan istilah ptyalism atau siarorrhea, sedangkan pada ibu hamil disebut ptyalism gravidarum. Masalah ini umumnya muncul pada trimester pertama kehamilan.
Dilansir dari HaiBunda, seorang bidan bersertifikat dan praktisi perawat perawatan kesehatan perempuan di New Jersey, Kristin Cohen, DNP, memberikan penjelasannya mengenai fenomena ini.
"Saya cukup sering melihat ptyalism ringan," kata Kristin Cohen, DNP.
Kristin Cohen, DNP menambahkan bahwa kondisi ini diperkirakan lebih umum terjadi pada orang-orang keturunan Haiti dan Afrika.
"Dalam praktik saya, saya memang melihat kedua populasi pasien ini lebih terpengaruh. Biasanya tidak terlalu parah namun ibu hamil menyadari air liurnya kemudian berlebih dan merasa terganggu. Meski demikian, kondisinya masih dapat diatasi," tuturnya.
Pada kondisi normal, kelenjar ludah memproduksi sekitar 1,5 liter air liur setiap hari. Proses ini biasanya tidak disadari karena manusia menelan ludah secara terus-menerus.
Saat hamil, penumpukan air liur di dalam mulut dapat terjadi akibat peningkatan produksi, penurunan frekuensi menelan, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut.
Beberapa faktor disinyalir menjadi pemicu utama meningkatnya volume air liur pada awal masa kehamilan, antara lain:
1. Perubahan Hormonal: Fluktuasi hormon selama awal kehamilan menjadi salah satu pemicu utama, meskipun mekanisme pastinya belum diketahui secara menyeluruh oleh para ahli.
2. Rasa Mual: Munculnya rasa mual membuat ibu hamil cenderung lebih jarang menelan, sehingga air liur menjadi cepat menumpuk di dalam area mulut.
3. Mulas atau Refluks Asam: Asam lambung yang naik dapat mengiritasi kerongkongan. Kondisi ini merangsang kelenjar ludah memproduksi lebih banyak air liur guna menetralkan asam tersebut.
4. Masalah Kesehatan Gigi: Kerusakan pada gigi serta infeksi di area mulut turut memicu produksi air liur secara berlebihan, sehingga pemeriksaan ke dokter gigi sangat disarankan.
5. Faktor Iritan dan Obat-obatan: Paparan asap, konsumsi obat tertentu, hingga kontaminasi zat beracun seperti merkuri atau pestisida dapat meningkatkan sekresi air liur.
Dampak dan Penanganan Gejala
Gejala ptyalism gravidarum biasanya mereda setelah melewati trimester pertama atau saat memasuki trimester kedua kehamilan. Kendati demikian, ada kasus langka di mana kondisi ini bertahan hingga proses persalinan tiba.
Meskipun mengganggu kenyamanan, pembengkakan kelenjar ludah yang menyertai kondisi ini sama sekali tidak membahayakan perkembangan janin di dalam kandungan.
Hingga saat ini belum ditemukan obat khusus untuk mencegah ptyalism gravidarum. Namun, terdapat beberapa tips praktis yang dapat dilakukan untuk meminimalkan penumpukan air liur tersebut.
Langkah Praktis Mengatasi Air Liur Berlebih
Langkah pertama yang bisa diterapkan adalah menjaga kebersihan rongga mulut secara intensif dengan menyikat gigi secara teratur dan membersihkannya menggunakan obat kumur beberapa kali dalam sehari.
Ibu hamil juga disarankan untuk mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun seimbang, serta membatasi asupan makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau tepung.
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sedikit demi sedikit secara konsisten juga membantu. Jika memungkinkan, cobalah untuk tetap menelan air liur tersebut secara alami.
Menghisap permen bertekstur keras atau mengunyah permen karet bebas gula bisa menjadi alternatif. Cara ini efektif membantu mengalihkan serta mengurangi rasa mual yang muncul akibat air liur yang melimpah.
Langkah terakhir yang bisa dicoba adalah mengonsumsi sesuatu yang memiliki rasa asam, contohnya dengan menghisap potongan buah lemon segar secara perlahan.