Atalia Praratya Kritisi Lirik Lagu Bupati Purwakarta
Sorotan tajam datang dari tokoh publik Atalia Praratya terkait lirik lagu ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang dinilai merendahkan kaum perempuan pada Kamis (2/7/2026). Dilansir dari HaiBunda, kritik tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram pribadinya.
Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' menuai kontroversi luas karena memuat narasi patriarkal. Atalia mengunggah cuplikan video musik beserta terjemahan lirik berbahasa Sunda tersebut sebelum memberikan tanggapannya.
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," ujar Atalia Praratya, tokoh publik.
Ia mempertanyakan keputusan pemilihan diksi dalam karya seni berbahasa Sunda tersebut karena dianggap tidak pantas.
"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah… Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan… Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?" kata Atalia Praratya, tokoh publik.
Menurutnya, kebudayaan Sunda memiliki landasan luhur yang seharusnya diwujudkan dalam setiap karya seni, termasuk dalam menghormati kaum wanita.
"Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi," tutur Atalia Praratya, tokoh publik.
Bunda tiga anak ini juga menambahkan bahwa tradisi masyarakat Sunda tidak pernah membenarkan pelecehan terhadap kodrat perempuan.
"Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," ungkap Atalia Praratya, tokoh publik.
Lebih lanjut, ia menyesalkan kehadiran karya berwawasan patriarki ini di tengah perjuangan kesetaraan gender yang sedang gencar disuarakan.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun, mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah? Bagaimana menurut kalian?" ujar Atalia Praratya, tokoh publik.
Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet yang menyayangkan sikap sang kepala daerah dalam menciptakan lagu.
"Miris lihat seperti ini. Kapan mau majunya bangsa Indonesia. Padahal kita banyak pahlawan perempuan yang membuktikan kalau jasa perempuan tidak kalah dengan laki-laki," tulis akun @theresiadewianggr****, warganet.
Komentar lain juga menyoroti posisi pencipta lagu sebagai seorang pemimpin yang seharusnya menghormati asal-usulnya dari seorang ibu.
"Yang kaya begini dijadiin pemimpin, Bapak lahir dari rahim perempuan loh, kok bisa-bisanya bikin lirik yang merendahkan perempuan," tulis akun @anjaryp****, warganet.
Lagu ciptaan Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein ini dikritik keras karena memuat lirik tentang anak perempuan usia SMP. Kalimat di dalamnya menyinggung masalah keterlambatan menstruasi hingga keguguran.