Ashanty Bersiap Mengajar Dosen Tamu Usai Raih Gelar Doktor
Penyanyi Ashanty mempersiapkan diri untuk mengajar sebagai dosen tamu di sejumlah universitas setelah menuntaskan pendidikan S3 Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Airlangga, Surabaya. Kepastian tersebut disampaikan Ashanty di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Ashanty telah resmi menyandang gelar doktor dan berencana memberikan perkuliahan strata satu (S1) pada bidang ilmu komunikasi sekembalinya dari Korea Selatan. Persiapan materi perkuliahan serta penyesuaian isu yang relevan bagi mahasiswa sedang ia rampungkan bersama tim pembantu.
"Masyaallah aku kepengin banget jadi dosen," kata Ashanty saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Langkah awal di dunia akademik ini difokuskan pada penyusunan modul materi diskusi yang interaktif. Ia menargetkan keterlibatan aktif mahasiswa S1 agar proses pembelajaran berjalan solutif.
"Masyaallah, pulang dari Korea nanti akan ngisi di beberapa universitas tapi jadi dosen tamu buat anak-anak S1," tuturnya.
Latar belakang pendidikan magister yang dimiliki Ashanty menjadi acuan utama dalam materi yang akan diajarkan. Meskipun dibantu tim untuk urusan teknis seperti presentasi, penyusunan bahan utama tetap dipegangnya secara langsung.
"Aku fokusnya sekarang kayak buat materinya, aku pelajari dulu apa yang lagi mereka ingin dibahas, terus juga siapin materinya dan lain-lain," jelasnya.
Ashanty menganggap peran baru ini sebagai pengalaman pertama yang menantang sekaligus menyenangkan. Mengajar menjadi cita-cita lama yang kini mulai diwujudkannya secara bertahap.
"Belum tahulah, belum pernah kan, ini baru pengalaman pertama. Jadi seneng banget, saya kan jadi dosen tamu dulu. Mudah-mudahan ya teman-teman, doain ya," pungkasnya.
"Aku kepengen banget jadi dosen. Masyaallah, pulang dari Korea nanti akan ngisi di beberapa universitas, tapi jadi dosen tamu buat anak-anak S1," ujar Ashanty saat ditemui di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Pengalaman akademis ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal sebelum melangkah menjadi dosen tetap pada tahun berikutnya.
"Jurusan komunikasi. Karena memang S2-nya buat anak komunikasi. Sekarang aku fokus buat materinya, pelajari dulu apa yang lagi mereka ingin dibahas, terus siapin materinya dan lain-lain. Memang dibantu tim, tapi bahan dan materinya aku yang ambil," paparnya.
Selain fokus menyusun materi, Ashanty juga menyadari tantangan adaptasi dari panggung hiburan menuju ruang kuliah.
"Tahun inilah. Belum tahu lah, belum pernah kan, ini baru pengalaman pertama. Jadi senang banget.
Saya kan jadi dosen tamu dulu. Mudah-mudahan ya teman-teman, doain ya," tuturnya.
Keputusan berhijab yang diambil Ashanty juga memengaruhi dinamika pekerjaan, termasuk penyesuaian peran sebagai duta merek perhiasan.
"Aku masih BA beberapa brand. Makanya aku masih pakai anting karena masih jadi BA perhiasan. Terus mereka nanya, 'Ini gimana kalau pakai hijab?'
Aku bilang, 'Kan bisa dimacem-macemin hijabnya'. Jadi makanya sekarang kenapa aku pakai anting di luar karena memang masih jadi BA juga," jelasnya.
Ashanty mengaku ikhlas jika perubahan penampilannya berdampak pada pembatalan sejumlah kontrak pertunjukan.
"Ada juga job nyanyi di bulan Oktober. Tadinya sudah mau jadi, tiba-tiba misalnya ada yang bilang, 'Oh Bunda pakai ini ya'. Ya pasti ada pekerjaan yang tetap lanjut, ada juga yang mungkin jadi tidak sejalan. Nggak masalah juga buat aku, karena rezeki sudah diatur sama Allah," pungkas Ashanty.
“Masya Allah aku kepengin banget jadi dosen. Jadi insya Allah pulang dari Korea nanti akan isi di beberapa universitas, tapi sebagai dosen tamu buat anak-anak S1,” kata Ashanty saat ditemui di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Persiapan perangkat presentasi dan pemetaan topik hangat menjadi fokus utamanya sebelum memulai perkuliahan tahun ini.
“Oh iya pasti, aku bikin yang aku pelajari dulu gitu, apa yang lagi mereka ingin dibahas. Terus juga nyiapin PPT-nya dan lain-lain, kan itu bisa minta tolong sama tim ya. Yang jelas bahannya dan lain-lain aku yang siapkan,” ungkap Ashanty.
Jadwal mengajar tersebut dipastikan mulai berjalan pada rentang tahun ini.
”(Mulai mengajar) tahun inilah,” tambah Ashanty.
Rencana jangka panjangnya mencakup peluang untuk menjadi dosen tetap setelah menyelesaikan tugas sebagai dosen tamu.
“Jadi seru banget. Jadi dosen tamu dulu, mudah-mudahan ya tahun depan beneran jadi (dosen tetap), doain ya,” ungkap Ashanty.
Prosesi wisuda sebelumnya dilalui Ashanty bersama suaminya, Anang Hermansyah, yang sengaja menunda wisuda agar bisa lulus bersama.
“Satu panggung, dan tiga kebahagiaan yang melebur menjadi satu,” tulis Ashanty.
Momen kelulusan tersebut diartikan keluarga sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus menuntut ilmu.
“Terima kasih ya Allah atas anugerah yang begitu luar biasa ini. Ini bukan sekadar perayaan gelar, tetapi juga perayaan tentang cinta, saling mendukung, dan komitmen keluarga kami untuk terus belajar tanpa henti,” tambah Ashanty.
Mengenai keputusan berhijab, Anang Hermansyah yang sempat meminta penundaan kini telah memberikan dukungan penuh setelah mereka menunaikan ibadah haji.
"Iya, yang tadinya dia sebelumnya memang kayak, 'Bunda nanti aja pakainya, kan kita masih nyanyi, image-nya apa'. Tapi semenjak haji itu Masyaallah, Allah bener-bener bikin Mas Anang jadi kayak full support gitu. Kayak, 'Ya kamu pantes, cocok'. Jadi ya, semoga bukan hanya hijabnya aja tapi ya semuanya bisa lebih diperbaiki," ujar Ashanty di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Dukungan penataan gaya berbusana juga datang dari putri bungsunya, Arsy, yang memberikan arahan terkait model hijab.
"Arsy punya dia, dia ngajarin juga kayak, 'Bunda kayaknya lebih cocok pakai jilbab ini, Bunda lebih cocok kayak gini', itu dia juga banyak kasih masukan," kata Ashanty.
Dukungan keluarga semakin melimpah ketika Aurel Hermansyah turut mengirimkan berbagai pilihan koleksi hijab untuk sang ibu.
"Dikirimin malah semua produk, semua warna, semua model dikirimin sama Aurel," ujarnya sambil tersenyum.
Respons positif dari lingkungan sekitar membuat Ashanty semakin mantap dalam menjalani penampilannya.
"Alhamdulillah, karena banyak yang bilang, 'Bun kamu cocok'. Semua perempuan pasti cocoklah pakai hijab," tuturnya.
Proses adaptasi terus dilakukan Ashanty dalam memadupadankan pakaian sehari-hari.
"Kadang belum terbiasa ya mix and match gimana yang lebih cocok karena aku juga nggak begitu fashion banget kalau pakai hijab. Jadi ya, aku bener-bener dapat support, Masyaallah teman-temanku, kakakku, anak-anakku," jelasnya.
Pengalaman spiritual di Tanah Suci memberikan dampak emosional yang mendalam bagi sikap dan pandangan hidupnya.
"Bukannya yang sampai kayak aku nggak mau pakai barang-barang gimana, itu bukan. Intinya kan orang berhijab juga nggak tiba-tiba semuanya berubah gitu kan, nggak. Tapi ya gitu, emang yang terjadi itu bener-bener aku rasain sangat mendalam," ucap Ashanty.