AS Terbitkan Izin Operasional Ekspor Minyak Iran Selama 60 Hari

Share

Pemerintah Amerika Serikat resmi menerbitkan izin operasional selama 60 hari yang memperbolehkan Iran menjual minyaknya di pasar internasional pada Selasa, 23 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai jembatan penyelamat ekonomi Teheran di tengah upaya kedua negara melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan damai permanen di Swiss, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Perundingan tersebut langsung diwarnai perbedaan pendapat mengenai keterlibatan tim pengawas nuklir. Wakil Presiden AS JD Vance mengeklaim bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan kembali tim pengawas nuklir masuk ke negara mereka, sebuah klaim sepihak yang langsung dibantah oleh pejabat pemerintah Iran sebagai pernyataan palsu.

Presiden Donald Trump mendukung klaim dari wakil presidennya tersebut mengenai kesepakatan inspeksi nuklir. Saat ditanya oleh wartawan di Gedung Putih mengenai kepastian agar keuntungan penjualan minyak tidak digunakan untuk membangun kekuatan militer, Trump memberikan tanggapannya.

"Mereka seharusnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan bagi rakyat mereka, karena saat ini rakyat mereka sangat kelaparan," kata Trump di Gedung Putih pada Senin.

Trump juga menambahkan penjelasan melalui media sosial mengenai pemahaman seluruh pihak terkait inspeksi persenjataan nuklir tersebut.

"Semua pihak sepenuhnya memahami bahwa Iran akan menyetujui inspeksi besar-besaran terhadap persenjataan untuk memastikan ‘kejujuran nuklir’ dalam jangka panjang," tulis Trump melalui media sosial pada Senin.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa putaran pertama negosiasi berjalan dengan sangat baik dan mengklaim adanya mekanisme baru untuk menjaga keamanan jalur laut internasional.

"sangat, sangat baik" kata Vance menggambarkan jalannya perundingan putaran pertama.

Vance kemudian memberikan keterangan tambahan pada Senin terkait hasil kesepakatan para perunding mengenai situasi keamanan di Selat Hormuz.

"membangun mekanisme" kata Vance menjelaskan langkah para perunding untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka.

Sementara itu, media pemerintah IRIB mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa isu nuklir sama sekali belum dibahas dalam perundingan. Di tengah situasi tersebut, harga minyak Brent acuan global diperdagangkan di kisaran US$77 per barel pada Senin seiring meningkatnya ekspektasi pasokan baru.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan konfirmasi mengenai perkembangan finansial yang mulai dirasakan oleh pihak Teheran.

"kejujuran nuklir" tulis Trump dalam klaimnya yang berbanding terbalik dengan pernyataan pihak Iran.

Perundingan bilateral ini dijadwalkan akan terus berlanjut pekan ini di resor Burgenstock, Swiss, dengan melibatkan delegasi tingkat teknis dari kedua belah negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author