AS Sanksi Pemodal Utama Iran Ali Ansari Atas Kasus Penggelapan Miliaran Dolar

Share

Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap seorang pemodal Iran yang berbasis di Dubai. Langkah ini diambil setelah pria tersebut dituduh menggelapkan miliaran dolar dana publik untuk memperkaya kelompok elit penguasa di Teheran, Iran.

Pria bernama Ali Ansari itu diidentifikasi oleh Departemen Keuangan AS sebagai penyokong dana utama bagi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei, dilansir dari Detikcom.

Pihak otoritas keuangan Amerika Serikat menyatakan bahwa tindakan tersebut telah melembagakan penyelewengan dana masyarakat dalam skala masif. Aliran dana tersebut dialihkan ke portofolio properti serta kepemilikan komersial berskala besar di luar negeri.

Praktik ilegal ini dirancang untuk keuntungan pribadi serta kelompok elit penguasa. Target aliran dana tersebut mencakup pihak-pihak di lingkungan kantor pemimpin tertinggi dan Garda Revolusi Iran.

Departemen Keuangan AS, yang memegang kendali atas kebijakan sanksi ekonomi, mengungkapkan bahwa Ali Ansari melarikan uang rakyat Iran untuk diinvestasikan pada sektor real estat. Aset tersebut tersebar di Jerman, Luksemburg, Spanyol, Inggris, Siprus, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya.

Operasi jaringan global perusahaan cangkang ini diketahui berjalan di bawah naungan sebuah perusahaan induk. Perusahaan tersebut didirikan sejak tahun 2011 di wilayah Karibia, tepatnya di Saint Kitts dan Nevis.

"Meskipun atas nama Ansari, banyak dari kepentingan keuangan ini pada akhirnya dipegang untuk keuntungan finansial Mojtaba Khamenei, keluarganya, dan elit Iran lainnya dalam rezim," kata Departemen Keuangan AS, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/7/2026).

Hukuman yang dirilis oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) ini berdampak pada pembekuan seluruh aset yang berada di wilayah hukum Amerika Serikat. Aturan ini juga memblokir korporasi maupun warga negara Amerika untuk menjalin kemitraan bisnis dengan individu yang masuk daftar sanksi tersebut.

Mojtaba Khamenei sendiri naik takhta memimpin Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Pemimpin terdahulu tersebut gugur akibat serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Selain itu, OFAC menindak tiga entitas pertukaran mata uang yang beroperasi di Iran. Perusahaan-perusahaan ini dituding mengalirkan dana miliaran dolar per tahun untuk bank-bank Iran yang tersangkut sanksi melalui skema perusahaan cangkang.

Tiga korporasi yang dijatuhi sanksi tersebut di antaranya adalah Mohammad Darbani and Partners, Lavasani and Partners, serta Mohsen Khandan and Partners.

"With menargetkan jaringan-jaringan ini, Amerika Serikat secara langsung mengganggu kemampuan rezim untuk mengakses mata uang asing dan melakukan aktivitas keuangan internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott dalam pernyataan terpisah.

Kondisi politik antara Teheran dan Washington kini kembali memanas pasca aksi saling serang yang kembali pecah minggu ini. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata di antara kedua negara telah berakhir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author